LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemilik arrahman.com tagih janji pemerintah cabut blokir situs

Abdulrahman menyebut isi situs itu merupakan pertanggungjawaban terhadap Allah S.W.T.

2015-04-07 20:45:55
Kominfo blokir situs Islam
Advertisement

Pemilik situs www.arrahman.com, Muhamad J. Abdulrahman, menilai janji pemerintah buat mencabut blokir 19 situs Islam dinilai radikal oleh BNPT sampai saat ini masih mengambang. Menurut dia, janji itu sudah terucap sejak sepekan lalu tapi hingga kini belum terbukti.

"Kami memediasi media Islam untuk lebih jauh normalisasi situs ke depan. Ini janji BNPT. Sudah sampai satu minggu enggak jelas," kata Abdulrahman di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (7/4).

Menurut Abdulrahman, pihaknya tidak bisa membendung pandangan negatif selama ini terhadap situs itu. Portal dikelolanya sudah satu dekade membahas soal isu khilafah, jihad, dan semacamnya. Dia menyatakan, isi situs itu memang merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dakwah sebagai umat muslim kepada Allah S.W.T.

"Sepuluh tahun kita bahas itu. Banyak yang bilang kontra. Kita dianggap konten radikal. Teroris. Itu kan paham kontra. Saya sih enggak bisa bendung itu ya, itu kan hak semua orang. Ini tanggung jawab sama Allah," ujar Abdulrahman.

Abdulrahman menambahkan, tindakan pemblokiran situs dikelolanya justru mencederai demokrasi di Indonesia. Menurut dia, pihaknya sudah sering di-deradikalisasi sama dengan kelompok dianggap garis keras oleh BNPT dan Detasemen Khusus 88.

"Itu tidak salah juga. Anti pro-demokrasi juga banyak kan? Stigmanya sudah berbeda jika kami media Islam. Ini kan negara demokrasi, bebas dong. Kita terangkan, ini demokrasi. Ini Islam. Terorisme apa? Bahkan kita sering disebut deradikalisasi oleh BNPT dan Densus 88 sama garis keras," tambah Abdulrahman.

Akan tetapi, Abdulrahman mengatakan jika pihaknya tetap terbuka dengan proses kini tengah berjalan. Dia hanya meminta pemerintah menunjukkan di mana letak kesalahan mereka selama ini.

"Kami terbuka kok. Kalau ada bukti, ya bisa saja kami diskusi. Kalau memang kita salah dan suruh tutup, ya udah kita buang. Asal ada argumentasi yang jelas," tandas Abdulrahman.

Baca juga:
Normalisasi situs Islam tergantung rekomendasi tim panel
Pengelola sebut SBY tak pernah utak atik situs Islam
Sepuluh pengelola situs Islam mengeluh ke Kemkominfo
MUI minta BNPT tak sembarangan beri cap radikal terhadap situs Islam
Ini keuntungan dan pentingnya penggunaan domain .id
9 Pengelola situs Islam yang diblokir bertemu Kemenkominfo

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.