LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemilihan Ketum GP Ansor utamakan sistem musyawarah untuk mufakat

Bila tidak tercapai mufakat, maka pemilihan calon dilakukan dengan sistem pemungutan langsung.

2015-11-26 13:59:38
GP Ansor
Advertisement

Salah satu agenda Kongres Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, adalah pemilihan ketua umum. Dalam tata tertib kongres dijelaskan, pemilihan ketua umum Ansor kali ini dilakukan dengan sistem musyawarah untuk mufakat atau Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).

Bila tidak tercapai mufakat, maka pemilihan calon dilakukan dengan sistem pemungutan langsung. "Jadi sepertinya memang diarahkan untuk aklamasi. Mirip Muktamar NU dulu," kata Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Jakarta Pusat Ahmad Fadli kepada merdeka.com, Kamis (26/11).

Dampak dari sistem tersebut, setiap nama bakal calon yang namanya mencuat sebelum kongres perlahan-lahan menahan diri. Bahkan, Fadli mendengar bila Dhohir Faris, mantu Gus Dur, yang sebelumnya disebut-sebut bakal maju telah mengundurkan diri.

"Saya mendengar Gus Dhohir (Dhohir Faris) ini katanya mengundurkan diri. Ini memang belum jelas, nanti dibahas dulu," katanya melanjutkan.

Sebelumnya, dalam rilis Dhohir Faris memang menyatakan diri mundur dari pencalonan ketum GP Ansor. Dia memilih berkhidmad kepada organisasi, dan mendukung kepengurusan sekarang atau siapapun yang akan terpilih dalam kongres nanti.

"Berdasar pemberitaan berbagai media banyak yang menyatakan saya akan maju sebagai calon ketum GP Ansor. Dengan ini saya menyatakan diri tidak akan maju sebagai calon ketua umum," kata Faris.

"Banyak dukungan kepada saya tapi mari kita mendukung pada para calon yang sudah resmi mendaftarkan diri," ujar suami Yenni Wahid itu menegaskan.

Hingga saat ini memang belum ada calon resmi mendaftar sebagai calon ketua umum. GP Ansor baru akan melakukan rapat membahas tata tertib sore ini.

Adapun soal sistem Ahwa pada kongres kali ini, setiap pengurus cabang di sebelas zona diminta menyetor satu nama untuk menjadi anggota formatur. Selanjutnya sebelas anggota formatur yang dipilih pengurus cabang di sebelas zona tadi akan memilih ketua umum. Sesuai tatib, bila sistem ini tidak mencapai mufakat baru akan dilakukan pemilihan langsung.

Khusen Khadiri, dari PC GP Ansor Kota Balikpapan mengaku masih bingung dengan peta pemilihan ketum GP Ansor kali ini. "Saya belum tahu calonnya siapa. Ini beda dengan dulu, sekarang saya belum tahu," ujarnya menegaskan.

Baca juga:
Wapres Jusuf Kalla buka Kongres GP Ansor di Yogyakarta
Gus Yaqut hampir pasti jadi ketum GP Ansor, Dhohir Faris jadi wakil
Biar acara sukses, Kongres GP Ansor hadirkan pawang hujan
Ansor bertekad jadi basis penggerak ekonomi demi tekan kemiskinan

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.