Pemerkosaan siswi SMP berawal dari pelaku dan korban sering mesum
Antara korban dengan salah satu pelaku sering berbuat mesum. Hingga akhirnya pelaku mengajak teman untuk memperkosa.
Pemerkosaan yang dilakukan delapan tersangka yang masih duduk di bangku sekolah SMP dan SD terhadap siswi SMP kelas 1, sudah berjalan cukup lama. Pemerkosaan sendiri tidak dilakukan sekali, melainkan berulang kali dan tidak terhitung lagi.
Berdasarkan pengakuan dari salah seorang tersangka, awalnya hanya pencabulan saja, dan itu terjadi sembilan tahun lalu. Saat itu pelaku utamanya adalah AS, korban sendiri berusia 4 tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata tersangka ketagihan dan melakukannya berulang kali pada korban.
Akhirnya tersangka AS nekat mengajak korban untuk diajak berhubungan intim layaknya suami istri. Ironisnya, perbuatan bejat itu dilakukan dekat rumah korban dan tersangka. Sebab, korban dan tersangka masih satu kampung halaman, Jalan Kalibokor Kencana, Surabaya.
"Kadang di tempat gedung balai RW (Rukun Warga)," aku korban saat ditanya penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Surabaya, Jumat (13/5).
Untuk melakukan pencabulan ataupun hubungan layaknya suami istri, tersangka AS dan korban mempunya kode sendiri. Apabila, sama-sama menginginkan untuk melakukan perbuatan bejat. Contohnya, jika tersangka ingin mengajak hubungan intim, AS hanya menunjukan jempol yang diselipkan di antara tengah dan telunjuk.
Setelah itu, keduanya baru melakukan perbuatan bejatnya. Ironisnya lagi, hubungan intim itu tidak melihat waktu atau pun tempat. Sebab kadang dilakukan di dekat komputer di dalam warnet.
"Tempatnya kan sering sepi, kalau tidak di balai RW iya di situ (komuter)," ucapnya.
Perbuatan bejat itu pun makin parah saat korban sudah beranjak duduk di bangku sekolah dasar kelas 4. Tersangka AS sendiri, kala itu SD kelas 6. Keduanya makin sering melakukannya, jika sama-sama menginginkan, hingga keduanya sampai duduk di bangku sekolah SMP. Sehingga tidak memikirkan masa depan nanti seperti apa.
Yang parah adalah, ketika pada bulan april lalu. Tersangka AS mengajak tujuh temannya untuk mengajak melakukan pencabulan dan pemerkosaan beramai-ramai terhadap korban. "Saya melakukannya (pemerkosaan) itu selalu menggunakan pil koplo," aku tersangka AS.
"Saya juga kadang minta dia (tersangka AS) untuk mengajak temannya untuk melakukannya seperti itu (pencabulan dan pemerkosaan) beramai-ramai. Dengan menelan obat pil koplo," tandas korban.
Perlu diketahui, pencabulan dan pemerkosaan dilakukan korban tersebut, selain tersangka AS, masih ada tujuh tersangka lainnya, yakni MI 3 SD, BS (12) kelas 5 SD, dan MY (12) kelas 6 SD. Sedangkan yag duduk di bangku sekolah SMP, LR (14), dan HM (14) kelas 3 SMP, kemudian yang SMP kelas 2 JS (14), AD (14).
Baca juga:
Kasus pemerkosaan siswi SMP, Risma minta warnet di Kalibokor ditutup
Sebelum diperkosa 8 anak, korban yang masih SMP diberi pil koplo
33 Anak di bawah umur di Sukabumi mengalami pelecehan seksual
Siswi SMP di Bogor dicabuli paman sendiri hingga dua kali
Siswa SD di Klaten diperkosa bergiliran di rumah salah satu pelaku