LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah Sudah Periksa 620 Spesimen Covid-19

620 Spesimen dari 25 provinsi menunjukkan kewaspadaan pemerintah terkait COVID-19 sudah tersistematis sampai ke seluruh wilayah. Spesimen berasal dari pemantauan terus menerus terhadap orang dalam pemantauan (ODP), yang kemudian ketika orang tersebut sakit dan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP), maka a

2020-03-08 18:04:00
Corona di Indonesia
Advertisement

Pemerintah telah memeriksa sebanyak 620 spesimen virus corona atau COVID-19. Spesimen berasal dari 63 rumah sakit di 25 provinsi di Indonesia.

"Update pemeriksaan spesimen yang sudah dilaksanakan sampai hari ini, total ada 620 spesimen. Spesimen yang dikirimkan dari rumah sakit ada 327 spesimen, yang berasal dari 63 rumah sakit di 25 provinsi," ujar Juru Bicara Penanganan Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (8/3).

Dia mengatakan 620 spesimen dari 25 provinsi menunjukkan kewaspadaan pemerintah terkait COVID-19 sudah tersistematis sampai ke seluruh wilayah. Spesimen, sambungnya, berasal dari pemantauan terus menerus terhadap orang dalam pemantauan (ODP), yang kemudian ketika orang tersebut sakit dan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP), maka akan diisolasi untuk kemudian diambil spesimennya.

Advertisement

Sesditjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes itu menambahkan, 620 spesimen bukan jumlah spesimen yang ada per hari ini. Melainkan jumlah spesimen yang sudah diperiksa sejauh ini.

Adapun bagi PDP yang hasilnya negatif dan sudah dibolehkan pulang, langkah berikutnya adalah melakukan isolasi diri atau self isolated. PDP yang negatif tersebut selama 14 hari di rumah diharuskan menggunakan masker, mengurangi kontak dekat dengan keluarga, dan kemudian diharapkan sementara untuk tidak keluar rumah.

Yang bersangkutan juga dipantau Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat kondisi kesehatannya setiap hari sampai dengan hari ke-14.

Advertisement

"Kalau semuanya baik maka sudah seluruhnya kita nyatakan tidak bermasalah, bisa bersosialisasi seperti biasa," jelas dia.

Namun Yurianto menekankan tidak ada satu jaminan bahwa PDP yang negatif dan sudah dibolehkan bersosialisasi, tidak akan kembali tertular COVID-19.

"Bisa saja kemudian ketularan lagi. Dan menjadi sakit lagi. Tidak ada laporan bahwa yang sudah sembuh kambuh. Yang ada, yang sudah sembuh sakit lagi karena ketularan lagi. Jadi bukan penyakitnya kambuh tapi ketularan lagi," jelas dia.

Baca juga:
Kemenkes Percaya Dinkes Sudah Cek Kesehatan Kru dan Penumpang Kapal Viking Sun
Penanganan Pasien Virus Corona Tidak Gunakan Peralatan Canggih
Tak Sama Seperti Influenza, Ini Penjelasan Ahli Soal Covid-19
Rencana Pembangunan RS Khusus Infeksi, Warga Pulang Galang Minta Jaminan Kesehatan
Jaga Ketersediaan Masker, Ombudsman Usul Larangan Ekspor Hingga Penerapan HET
Pasien yang Sembuh dari Virus Corona Tidak Menutup Kemungkinan Tertular Kembali

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.