Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penanganan Pasien Virus Corona Tidak Gunakan Peralatan Canggih

Penanganan Pasien Virus Corona Tidak Gunakan Peralatan Canggih Ruang isolasi pasien corona di RSUP Persahabatan. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, sebagian besar pasien suspect virus corona (COVID-19) hanya mengalami sakit sedang hingga ringan. Juru bicara pemerintah untuk penangan virus Corona menuturkan, rata-rata pasien yang dirawat tidak menggunakan peralatan canggih. Bahkan, empat pasien yang dinyatakan positif virus corona di Indonesia tidak menggunakan selang oksigen dan diinfus.

"Sebagian besar kasus COVID-19 baik yang suspect maupun yang positif tidak jatuh pada kondisi berat yang membutuhkan peralatan-peralatan yang canggih. Tidak membutuhkan ventilator, tidak membutuhkan alat-alat yang lain," jelas Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Minggu (8/3).

Menurut Sesditjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes ini, para pasien terjangkit virus corona hanya perlu diisolasi di satu ruangan saja. Hal ini untuk mencegah penularan virus asal Wuhan, China ini ke orang lain.

"Ini yang harus dipahami. Sehingga tidak perlu kemudian kita menjadi khawatir karena ruangan isolasi bertekanan negatif. Tempat tidurnya total hanya 385 tempat tidur," kata dia.

Alat Medis Bukan untuk Corona

Adapun ruangan isolasi biasanya hanya berupa aula atau ruangan besar lengkap dengan tempat tidur. Para pasien positif virus corona dikumpulkan di ruangan itu.

"Jadi bukan kemudian dikonotasikan setiap pasien selalu membutuhkan ruang isolasi tekanan negatif dengan peralatan-peralatan yang demikian kompleks," tuturnya.

Pasien dengan kondisi berat dan menggunakan alat-alat kompleks, umumnya karena memiliki penyakit bawaan. Mereka sudah memiliki penyakit lain sebelum terpapar virus corona.

"Misalnya pasien dengan gagal ginjal, pasien dengan penyakit paru obstruksi yang menahun, pasien dengan diabetes, pasien dengan penyakit jantung yang kronis. Maka alat-alat layanan itu sebenarnya bukan untuk COVID19-nya," ujar Yurianto.

"Sehingga pada orang yang menderita COVID-19 tanpa kumorbid sebelumnya tidak akan membutuhkan alat-alat (kompleks) seperti itu. Hanya kita melakukan isolasi karena dalam rangka mengendalikan sebaran," sambung dia.

Reporter: Lizsa EgehamSumber: Liputan6.com

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP