LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah jamin keselamatan pengungkap kuburan massal korban '65

Di Sumatera dan Jawa ada 122 titik kuburan massal yang diserahkan.

2016-05-09 14:51:56
Pelanggaran HAM
Advertisement

Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 (YPKP 65) melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menjamin keselamatan anggota YPKP dan saksi lainnya untuk mengungkapkan kuburan massal korban tragedi 1965.

Ketua YPKP 65 Untung Bejo mengatakan, pihaknya menyerahkan resume dan catatan tentang kuburan massal korban peristiwa pada tahun 1965-1966 yang ada di Indonesia. Namun, mereka juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan perlindungan.

"Di Sumatera dan Jawa ada 122 titik kuburan massal yang saya serahkan. Sebelum diserahkan, saya minta agar Menkopolhukam, agar kami YPKP 65 bersama saksi pelaku dan saksi korban, dijamin keamanannya dalam rangka menunjukkan kuburan massal tersebut," katanya di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, Senin (9/5).

Selain itu, dia meminta agar pemerintah juga melakukan perawatan kepada kuburan massal yang ditemukan, sehingga tidak ada oknum yang tidak bertanggungjawab sengaja melakukan perusakan

"Ketika saya minta jaminan tersebut, Bapak Luhut menjawab dengan lugas 'kami akan jamin keamanannya. Negara ini negara besar dan akan menjamin keselamatan dan saya akan perintahkan dan menelepon ke Kodam dan Kodim'," ujarnya.

Luhut menjelaskan, pemerintah akan memberikan jaminan untuk keselamatan para saksi dan YPKP. Bahkan Menkopolhukam akan membentuk tim untuk melakukan peninjauan langsung pada kuburan massal.

"Jaminan keamanannya jangan diganggu lah. Nanti kan Polhukam akan kirim tim ke sana, terpadu, untuk melihat itu. Sekarang kami ingin cari random di beberapa tempat gitu," ujarnya.

Baca juga:
Capres terpopuler Filipina berjanji 6 bulan bunuh semua penjahat
Datangi Kemenko Polhukam, Pegiat HAM klaim temukan kuburan massal 65
Pemerintah investigasi kuburan massal korban tragedi 1965
Luhut: Jangan bikin gaduh, bantu kita menyelesaikan kasus HAM
Luhut minta pelanggaran HAM tragedi 65 jangan diributkan lagi

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.