Pemerintah Jamin Identitas Pasien Baru Positif Corona Ditutup Rapat
Yuri menambahkan, pasien positif corona tetap beraktivitas seperti biasa di ruang isolasi. Mereka tetap bisa mengakses gawai.
Pemerintah mengumumkan enam kasus positif virus corona. Kondisi semua pasien cukup baik. Namun pasien baru meminta identitasnya benar-benar ditutup rapat, tidak sampai terungkap seperti kasus 1 dan kasus 2.
"Karena mereka takut, seperti 1 dan 2. Seperti kita pahami bersama 1,2,3,4 ,5 itu dari klaster sama," kata Juru Bicara Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (9/3).
Pemerintah lewat dokter dokter penanggung jawab pasien (DPJP) berjanji menutup rapat identitas pasien positif corona. Mereka menjamin tak ada informasi berkaitan dengan pasien terungkap ke publik.
"Ada keluhan dan permintaan kepada kita dan kita harus berkali-kali menyatakan kami memberikan garansi tidak akan mengumumkan namanya," ucap Yurianto berjanji.
Yuri menambahkan, pasien positif corona tetap beraktivitas seperti biasa di ruang isolasi. Mereka tetap bisa mengakses gawai.
"Mereka masih bebas menggunakan smartphone, dan bebas mengakses televisi," ungkap Yuri.
Sebelumnya, Yurianto mengatakan saat ini keadaan pasien positif corona (COVID-19) kasus 1 dan 2 tidak mengalami keluhan klinis apapun. Namun hingga hari ke-7 mereka masih positif.
Meskipun tidak ditemukan keluhan klinis, lanjut Yuri, namun pasien kasus-1 dan 2 positif virus Corona mengalami tekanan psikologis. Akibat identitas keduanya yang kini sudah diketahui khalayak.
Baca juga:
Satu WNI di Australia Positif Virus Corona, Kondisi Stabil
12 Warga Kabupaten Bekasi Dalam Pantauan & 1 Orang di Cikarang Diawasi Covid-19
Timbun dan Jual Masker dengan Harga Tinggi, 4 Orang di Bogor Ditangkap Polisi
Hari ke-7 Isolasi, Kasus-1 & 2 Masih Positif Virus Corona
Pemerintah Tegaskan Tambahan 4 Hari Cuti Bersama Bukan Karena Virus Corona
Menteri Basuki: Pembangunan di Pulau Galang Bukan RS Tapi Observasi dan Isolasi