Pemerintah Genjot Hilirisasi Multisektor
Satgas Hilirisasi siapkan proyek baru di minerba hingga pertanian. Danantara sudah groundbreaking 6 proyek hilirisasi senilai USD 7 miliar.
Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional akan terus menambah proyek hilirisasi di berbagai sektor. Satgas ini dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM sekaligus Sekretaris Satgas Hilirisasi Ahmad Erani Yustika mengatakan, timnya tengah merancang sejumlah proyek strategis lintas sektor.
"Pokoknya yang hilirisasi itu akan terus-menerus ditambah memang. Tim Satgas Hilirisasi sekarang juga lagi mendesain atau menginisiasi proyek-proyek lain. Karena itu memang akan terus dilakukan," kata Erani di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ia menyebut proyek yang disiapkan mencakup sektor minerba, migas, perikanan, kehutanan, hingga pertanian.
"Ada semua. Di minerba ada, di migas ada, di perikanan ada, di kehutanan, di pertanian," papar dia.
Satgas bertugas menyiapkan tahap awal studi kelayakan proyek, sebelum dilanjutkan ke eksekusi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.
"Kita belum bisa memastikan (proyek mana yang akan didahului). Karena biasanya setelah kita selesai ada inisiasi, kira-kira ini baru kita presentasikan ke Presiden. Kalau Presiden oke, kita lanjutkan ke pra FS," jelas Erani.
Danantara Mulai 6 Proyek Hilirisasi
Sementara itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara telah melakukan peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi di berbagai daerah pada 6 Februari 2026.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan proyek tersebut tersebar di 13 wilayah dan mencakup sektor energi, pertambangan, pertanian, hingga peternakan.
Nilai investasi enam proyek itu mencapai sekitar USD 7 miliar atau setara Rp110 triliun, seluruhnya berasal dari Danantara.
"Ini adalah fase pertama karena kita melihat akan ada total akan ada 18 proyek hilirisasi yang kami canangkan akan kami selesaikan dalam waktu sesegera mungkin," imbuh Rosan.
Sejumlah proyek hilirisasi digarap oleh berbagai BUMN. Di antaranya pembangunan fasilitas pemurnian bauksit dan alumina di Mempawah oleh MIND ID, pabrik bioetanol Glenmore oleh PT Perkebunan Nusantara dan Pertamina New & Renewable Energy, serta proyek biorefinery di Cilacap oleh Pertamina.
Selain itu, proyek peternakan unggas terintegrasi dikerjakan oleh ID FOOD, sedangkan pembangunan pabrik garam di Jawa Timur dilakukan melalui PT Garam.
Enam proyek tersebut merupakan bagian dari tahap awal program hilirisasi nasional yang direncanakan berkembang hingga total 18 proyek di berbagai sektor.