LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pemerintah Agresif Deteksi Kasus Covid-19, 38.000 Spesimen Diperiksa Tiap Hari

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 11 Oktober 2020, jumlah orang yang diperiksa sebanyak 2,31 juta jiwa, dengan jumlah tes sebanyak 8.539 spesimen per 1 juta penduduk, dan menggunakan 376 laboratorium.

2020-10-20 20:06:34
Covid-19
Advertisement

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin agresif mendeteksi kasus. Sebanyak 38.000 spesimen kini diperiksa tiap hari. Jumlah tersebut meningkat dibanding bulan pertama Pandemi Covid-19 menghajar Indonesia yang hanya memeriksa ratusan spesimen.

Hal itu tertuang dalam 'Buku Laporan Tahunan 2020, Peringatan Setahun Jokowi-Ma'ruf: Bangkit Untuk Indonesia Maju' dikutip di Jakarta, Selasa (20/10).

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 11 Oktober 2020, jumlah orang yang diperiksa sebanyak 2,31 juta jiwa, dengan jumlah tes sebanyak 8.539 spesimen per 1 juta penduduk, dan menggunakan 376 laboratorium.

Advertisement

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya pengetesan dan pelacakan kasus Covid-19 sambil menunggu datangnya vaksin pada November mendatang.

Saat ini pemerintah sedang menyiapkan vaksin untuk Covid-19 yang diharapkan November 2020 sudah bisa diterima.

Karena itu, Luhut meminta agar ada rencana antisipasi terkait kemungkinan lonjakan kasus pada akhir Oktober 2020. Pasalnya, pada libur panjang Agustus yang lalu, jumlah kenaikan kasus Covid-19 di Jakarta sempat meningkat tajam hingga lebih dari 60 persen.

Advertisement

Pengetesan dan pelacakan dinilai penting karena penularan Covid-19 didominasi oleh segelintir orang yang terinfeksi, yang disebut sebagai super spreaders. Sebanyak 80 persen kasus baru disebabkan oleh 20 persen orang yang terinfeksi.

Mereka mampu menularkan virus kurang lebih dua hari sebelum timbul gejala, hingga 10 hari setelah bergejala. Oleh karena periode infeksius yang singkat ini, maka waktu dan kecepatan merespons sangat penting untuk memutus rantai penularan.

Bukan hanya testing dan tracing yang penting, pendampingan karantina dan isolasi turut menjadi perhatian. Dengan demikian, tes-lacak-isolasi adalah tiga mata rantai surveilans yang saling terkait. Deteksi dini dan pendampingan pasien menjalani isolasi serta perawatan hingga tuntas adalah kunci penanganan pandemi. Seperti dilansir Antara.

Baca juga:
Menkes Terawan Sebut Vaksin Covid-19 Sementara untuk Usia 18-59 Tahun
7 Pasien Corona dari Klaster Demo UU Cipta Kerja di Semarang Sembuh, 4 Dikarantina
Menkes Terawan Buka Suara soal Tudingan RS Mengcovidkan Pasien Demi Anggaran
VIDEO: Waspada Lonjakan Kasus, Doni Monardo Minta Warga Berlibur Tanpa Berkerumun
Indonesia dan Jepang Kerja Sama Mengelola Pandemi Covid-19

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.