Pemalang dan Jepara PPKM Level 3 , Ganjar Minta Semua Daerah Perketat Prokes
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua kepala daerah mengetatkan penerapan protokol kesehatan. Pengetatan harus dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), apalagi dua daerah di provinsi ini masih berada di level 3 PPKM.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta semua kepala daerah mengetatkan penerapan protokol kesehatan. Pengetatan harus dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), apalagi dua daerah di provinsi ini masih berada di level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Saat ini, 8 daerah di Jawa Tengah berada pada level 1 PPKM. Sebanyak 25 kabupaten/kota kini berada di level 2. Sementara itu, dua daerah yakni Pemalang dan Jepara, naik ke level 3.
"Semua harus siaga dan harus hati-hati. Prokes harus diperketat. Di mana pun tempatnya, jangan dilonggarkan. Kalaulah ada masyarakat yang bisa berkegiatan di tempat umum, tolong prokesnya ditaati. Minimal masker jangan sampai lepas. Jadi kita lagi mencermati terus kemungkinan adanya varian baru. Sampai saat ini di Indonesia belum ada. Maka kita hati-hati betul," kata Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (30/11).
Ganjar meminta upaya serius dilakukan pada daerah dengan level PPKM masih tinggi. Pasar, restoran, tempat wisata, dan lainnya harus benar-benar menerapkan prokes.
"Untuk daerah yang levelnya tinggi, saya minta ditangani serius. Karena itu kan ada syaratnya untuk menurunkan levelling, salah satunya percepatan vaksinasi untuk lansia. Vaksin sekarang sudah banyak, maka ayo digenjot," jelasnya.
Khusus daerah yang masuk level 3, maka pengetatan prokes tidak boleh abai. Kalau ada yang tidak menaati prokes, maka petugas tidak boleh segan untuk menegur bahkan meminta putar balik.
"Termasuk tempat wisata juga diatur. Apalagi ini jelang libur akhir tahun, itu biasanya ramai. Maka saya minta diatur jumlahnya, persentasenya sesuai dengan ketentuan," ujarnya.
Lonjakan mobilitas masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga harus diantisipasi di setiap daerah. Semua harus mempersiapkan diri serta mengambil langkah yang diperlukan.
"Kalau penyekatan, kami belum ambil kebijakan itu. Maka kita hanya meminta pengertiannya dari seluruh kelompok masyarakat agar merayakan Natal dan Tahun Baru di tempatnya masing-masing agar kita bisa mencegah bersama-sama," jelasnya.
Pemprov juga berkoordinasi dengan Polda Jateng terkait menyiapkan langkah-langkah menghadapi skenario terburuk. Skenario penyekatan mungkin dilakukan jika terjadi perpindahan besar.
"Jadi kalau ramai-ramai dan terjadi perpindahan besar, ada potensi penularan, maka saya minta pada seluruh masyarakat untuk tetap di wilayahnya masing-masing selama Natal dan Tahun Baru," pungkasnya.
Baca juga:
MRT Targetkan 40 Ribu Penumpang Perhari di 2022
Pelaku Perjalanan Domestik saat Nataru Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin-Bebas Covid
Jakarta PPKM Level 2, Wagub Ingatkan Warga Hati-Hati
Tangerang PPKM Level 2, Wali Kota Arief Minta Semua Pihak Waspada
Jakarta PPKM Level 2, Ini Aturan ke Mal hingga Pedagang Kaki Lima
Hadapi Nataru, Polri Buat Pos Penyekatan & Terapkan Ganjil Genap di Tempat Wisata