Pelaku penyerang jemaah masjid di depok sudah gila sejak 2004
Lula mengaku tidak tahu mengapa adiknya bisa sampai mengalami gangguan jiwa. Dia menampik tudingan adiknya gila karena faktor ekonomi.
Silvia (28) pelaku penusuk Abdul Rochman di Depok diketahui sudah mengalami gangguan jiwa sejak lama. Hal itu diungkapkan keluarga Silvia di hadapan polisi. Menurut penuturan Lula Indriani (44) yang merupakan kakak Silvi, adiknya itu mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2004.
Kendati demikian baru kali ini adiknya sampai bertindak melukai orang lain. "Sejak 2004 dia alami gangguan jiwa, waktu itu dia ikut suaminya di Palu Sulawesi Tengah. Di sana juga sudah berobat ke orang pintar, diruqiah," katanya, Senin (12/3).
Lula mengaku tidak tahu mengapa adiknya bisa sampai mengalami gangguan jiwa. Dia menampik tudingan adiknya gila karena faktor ekonomi.
"Saya enggak tau penyebab dia sampai gangguan jiwa, apa dibikin sama orang. Bukan karena faktor ekonomi. Sekarang dia sudah cerai sama suaminya. Kemudian pindah ke perumahan BSI tahun 2011. Dia tinggal sendiri," paparnya.
Sehari-hari, Silvia kerap dibantu oleh saudaranya. Dia selalu mendapatkan kiriman uang dan makanan dari kakak-kakaknya.
"Dia enggak setiap hari alami gangguan ini. Kalau lagi kerasukan aja dia suka marah-marah. Tetangga sekitar sudah pada tahu kelakuannya," jelas Lula.
Lula mengaku kaget dan tidak menyangka. "Baru kali ini dia nusuk, makanya saya kaget banget dia kayak gitu," pungkasnya.
Saat iniSilvia wanita penusuk jemaah di Masjid Darul Muttaqin Sawangan Depok berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pelaku menjalani pemeriksaan kejiwaan untuk memastikan kondisi kejiwaan Silvia.
"Berdasarkan informasi dari masyarakat ada perilaku yang dilakukan pelaku yang mempunyai kecenderungan tidak normal. Sehingga perlu dilakukan langkah observasi kejiwaan sebagai bahan proses lanjut," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto.
Pelaku sendiri tinggal satu komplek dengan korban di Perumahan Bumi Sawangan Indah (BSI) Depok. Pelaku juga beberapa kali menjadi jemaah di masjid tersebut. Pelaku beberapa waktu lalu ditegur korban karena perilakunya yang suka memarahi anak-anak dan meludahi orang lain.
"Kemudian malam hari sebelum kejadian, pelaku mendatangi rumah korban untuk bertemu. Saat ini masih didalami tujuannya apa," jelas Kapolres.
Barulah pada Minggu (11/3) pelaku bertindak diluar nalar ketika hendak solat subuh. Dia menikam Abdul Rochman dan melukai telinganya. Pelaku lebih dulu ada di masjid sebelum korban datang.
"Pelaku sudah duduk di teras masjid, dan menggunakan pakaian sholat. Kemudian saat korban melaksanakan sholat subuh ternyata pelaku membawa sajam berupa pisau diarahkan kepada korban," paparnya.
Pasca kejadian ini pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Apalagi melihat orang tak dikenal. "Kalau ada orang asing perlu dicek identitasnya. Kalau mencurigakan bisa sama-sama melakukan identifikasi lebih lanjut," kata Didik.
Dia juga menambahkan jika bukan hanya sekali pelaku melukai korban. Beberapa waktu lalu, pelaku juga pernah melakukan pemukulan kepada korban.
"Pernah melakukan pemukulan terhadap korban pada saat korban sedang berdoa. Ini yang kita dapatkan informasi awal. Kami sedang melakukan pemeriksaan terkait berapa lama korban berperilaku aneh. Terkait surat terror itu tidak ada," tutupnya.
Baca juga:
Korban penyerangan di masjid Depok adalah Ketua RT
Salat subuh di masjid, warga Depok diserang orang tak dikenal
Akibat cemburu, Yeni dibakar pakai bensin oleh mantan suami
KPAI & IDI minta biaya visum korban kekerasan ditanggung negara
Kesal pacar direbut, remaja di Tangerang aniaya temannya hingga viral