Pelaku pembunuhan di Cawang mengaku menyesal dan tak bisa tidur
Pelaku pembunuhan di Cawang mengaku menyesal dan tak bisa tidur. Pria berusia 21 tahun itu pun membantah sebagai penyuka sesama jenis. Dia sendiri memiliki kekasih dan menyatakan tidak berorientasi seksual menyimpang.
Petrus Paulus Ualubun mengaku sulit tidur usai menghabisi nyawa AR (34). Pelaku menyesal telah membunuh.
"Menyesal. Enggak bisa tidur malam itu," kata Petrus di Mapolres Jakarta Timur, Rabu (18/4).
Menurut Petrus, saat bertemu di belakang kampus perguruan tinggi swasta kawasan Cawang, Jakarta Timur, korban sempat berusaha meraba kemaluannya. Namun dia sigap mengelak.
"Ngindar," ujar dia.
Pria berusia 21 tahun itu pun membantah sebagai penyuka sesama jenis. Dia sendiri memiliki kekasih dan menyatakan tidak berorientasi seksual menyimpang.
"Suka (cewek). Punya cewek," tandasnya.
Pembunuhan itu diduga didasari sakit hati pelaku. Pelaku nekat menghabisi nyawa korban lantaran kesal diajak berhubungan intim sesama jenis.
"Pelaku merasa kesal karena saat chat di WA, korban mengajak pelaku berhubungan sesama jenis. Ternyata pelaku tidak suka hal tersebut sehingga merasa kesal," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pelaku pembunuhan di Cawang kesal diajak korban hubungan sesama jenis
Awal mula perkenalan pembunuh & penyuka sesama jenis tewas di Cawang
Sakit hati, alasan Petrus nekat bunuh pria ditemukan tewas di Cawang
Ada indikasi hubungan sejenis dalam pembunuhan pria tewas di Cawang
Pelaku pembunuhan di Cawang sakit hati dimasukkan grup LGBT dan diminta foto kelamin
Sebelum tewas, korban pembunuhan di Cawang sempat curhat dan swafoto
Ayah korban pembunuhan di Cawang sebut anak seorang pendiam