Ayah korban pembunuhan di Cawang sebut anak seorang pendiam
Merdeka.com - Ayah korban pembunuhan AR (34), Mas'udi mengatakan, anaknya merupakan sosok pendiam. AR menjadi korban pembunuhan di Cawang, Jakarta Timur, oleh Petrus Paulus Ualubun (21), pada Senin (16/4) malam.
"Omong sama bapak enggak pernah, dia kalau ditanya jawabnya iya-iya aja. Kalau ditelpon iya iya gitu. Pokoknya pendiam, jadi susah gitu. Enggak pernah cerita, pendiam dia," katanya di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (17/4).
Mas'udi mengaku tak tinggal serumah dengan anaknya itu, karena dirinya tinggal di Tangerang. Sementara korban tinggal di Kebon Kacang, Jakarta Pusat. Selain itu, dirinya juga mengaku melakukan komunikasi dengan korban empat bulan yang lalu.
"Kemarin sebelum meninggal, almarhum ke rumah neneknya meninggal, ibu saya, itu aja datang. Dia juga enggak pernah ngeluh," ujarnya.
Ayah dari empat orang anak ini menyebut AR mempunyai banyak teman, terutama di tempat kerjaannya. Meski begitu, korban tak pernah bercerita terhadap dirinya terkait apakah korban sudah mempunyai kekasih (wanita) atau belum, karena korban memang terkenal tertutup.
"Saya pernah bilang ke dia untuk merid (nikah), mau ngapain lagi udah punya pacar belum, saya tanya, putus gitu. Omongannya enggak nyambung lagi. Susah dia enggak terbuka dia. Pendiam, kitanya kaget karena anak itu dari segi pergaulan kan baik, ada gini kita kaget, terpukul, ada masalah apa anak saya?" ungkapnya.
Meskipun dirinya sudah memaafkan pelaku, tapi dirinya ingin agar pelaku dapat dihukum dengan setimpal atau sesuai dengan apa yang sudah ia lakukan terhadap anak bungsunya tersebut.
"Ya ikhlas lah, namanya sudah kejadian, suratan takdir mau diapain begitu kan. Ya yang setimpal, dengan hukum yang berjalan dan berlaku itu aja," tandasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya