LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pejabat pemerkosa kemenakan pernah kayuh becak & nikah tiga kali

Pejabat pemerkosa kemenakan pernah kayuh becak & nikah tiga kali. Abdul Kadir (48), Kepala Seksi (Kasie) Pemakaman di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Palopo, Sulsel ternyata mengawali kariernya sebagai tukang becak. Sepanjang hidupnya, dia tiga kali menikah, dan kini tinggal bersama istri ketiga.

2016-09-23 19:34:00
Pemerkosaan
Advertisement

Abdul Kadir (48), Kepala Seksi (Kasie) Pemakaman di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Palopo, Sulsel ternyata mengawali kariernya sebagai tukang becak. Sepanjang hidupnya, dia sudah menikah sebanyak tiga kali, dan kini tinggal bersama istri ketiga.

Abdul merupakan pelaku pemerkosaan hingga mengubur hidup-hidup WA (18) yang tidak lain keponakannya sendiri, sekaligus honorer di tempat Abdul Kadir bertugas. Namun takdir berkata lain, meski dikubur dalam kondisi pingsan di bekas tempat penampungan air, dan ditutupi coran semen, WA masih selamat, bahkan keluar dari 'kuburan' berkat bantuan istri pelaku.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Pemkot Palopo, H Maksum Rumi saat dikonfirmasi, Jumat (23/9) malam, menjelaskan, Abdul Kadir sebelumnya seorang tukang becak. Jenjang pendidikan terakhirnya SMA. Kemudian terangkat menjadi pegawai lewat jalur K1 honorer dan ditempatkan di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Palopo sebagai staf caraka atau petugas bersih-bersih.

Setelah menjadi pegawai, Abdul Kadir melanjutkan pendidikannya menjadi Strata 1 (S1) di STIEM Muhammadiyah Palopo, sehingga saat penyesuaian dia dinaikkan pangkatnya menjadi golongan 3A. Lalu mendapat posisi sebagai sekretaris lurah di salah satu kelurahan di Palopo dan meninggalkan KPUD Kota Palopo.

"Saat Abdul Kadir masih caraka atau petugas bersih-bersih itu, saya masih anggota komisioner KPUD. Saya lihat orang itu baik san santun. Meski usianya lebih tua, kalau dia jabat tangan ke kita, dia cium tangan. Saat saya sudah ketua KPUD Kota Palopo, Abdul Kadir sudah tidak ada. Itu hari sempat saya tanyakan keberadaan Abdul Kadir dan staf mengatakan Abdul Kadir tidak lagi di KPUD karena dia sudah sekretaris lurah," tutur H Maksum Rumi.

Dia menambahkan, hingga saat dia ditarik ke Depag selanjutnya ke Pemkot Palopo selaku Kasubag Humas, dirinya tidak pernah lagi bersua dengan Abdul Kadir. Hingga akhirnya terjadi peristiwa perkosaan itu.

"Saya baru saja dari luar kota. Setelah mendapat informasi tentang Abdul Kadir ini, saya cukup kaget. Bisa-bisanya bertindak demikian sementara yang saya tahu Abdul Kadir ini sosok yang santun, penurut. Yang jelas kita turut prihatin dengan adanya kasus seperti ini," kata H Maksum Rumi.

Baca juga:
Cerita pilu gadis di Palopo diperkosa dan dicor hidup-hidup pamannya
Perkosa & kubur keponakannya, pejabat Palopo diancam pasal berlapis
Pejabat di Palopo perkosa dan kubur keponakan di penampungan air
Berdalih bersihkan ilmu hitam, dukun cabul tiduri gadis
Keseringan intip wanita mandi, Keleng setubuhi bocah di semak-semak

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.