Pegawai Lapas Palopo Ditemukan Gantung Diri di Indekos Temannya
Polisi mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Penghuni indekos di Jalan Cengkeh, Kelurahan Temalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dikejutkan adanya pria dalam kondisi gantung diri. Diketahui, identitas jasad gantung diri tersebut adalah AH (35) yang merupakan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Palopo.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Palopo Ajun Komisaris Marsuki mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Iya betul, korban adalah pegawai Lapas Palopo," ujarnya kepada wartawan, Jumat (8/5).
Sepeda Motor Masih Terparkir
Dia menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula saat rekan kerja korban, Akhmarullah, mendapat kabar dari istri AH pada pukul 20.00 Wita. Istri korban menyebut AH belum pulang ke rumah sehingga rekannya berinisiatif melakukan pencarian.
Sekitar pukul 21.20 Wita, Akhmarullah memperoleh informasi keberadaan telepon genggam korban melalui hasil pelacakan yang mengarah ke salah satu kamar kost di Jalan Cengkeh.
Saksi kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 22.15 Wita dan mendapati sepeda motor korban masih terparkir di area kost. Ia lalu berkoordinasi dengan pemilik kost untuk membuka kamar yang diketahui milik rekan kerja korban bernama Nurul Wira.
"Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan telah meninggal dunia dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi kamar kost," imbuh Marsuki.
Belum Ada Dugaan Pembunuhan
Mengetahui kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP. Selain itu pihak kepolisian juga mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
Marsuki menjelaskan, kamar kost tersebut merupakan milik rekan kerja korban yang juga berstatus pegawai lapas. Saat kejadian, kondisi kost dalam keadaan kosong.
"Kost itu memang dalam keadaan kosong, tidak ada orang. Korban ditemukan gantung diri di kamar mandi," katanya.
Polisi juga menepis berbagai dugaan yang beredar di media sosial terkait kemungkinan adanya tindak pidana pembunuhan dalam kasus tersebut.
"Belum ada dugaan pembunuhan. Dari pemeriksaan Inafis juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," pungkasnya.