LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PBNU sebut radikalisme tumbuh subur dan menggempur media sosial

Toleransi digempur setiap hari oleh tayangan dan konten radikal yang begitu mudah disebar dan viral di media sosial. Salah satu dampak radikalisme yang dirasakan saat ini adalah menurunnya toleransi beragama di Indonesia.

2016-12-30 23:15:00
Media Sosial
Advertisement

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai kebebasan berekspresi di Indonesia dewasa ini justru memberi celah pada kelompok radikal untuk unjuk gigi sekaligus memecah belah persatuan bangsa.

"Kelompok radikal mengekspresikan pikiran dan gerakannya yang berpotensi menggerogoti NKRI melalui isu SARA, provokasi permusuhan, dan terorisme," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat refleksi akhir tahun di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/12).

Pesatnya perkembangan teknologi informasi melahirkan banyak situs internet dan media sosial yang ternyata dimanfatkan kelompok radikal menebar pengaruh ke masyarakat. PBNU melihat pemerintah tak siap mengatasi radikalisme yang tumbuh subur di dunia maya.

Advertisement

"Toleransi digempur setiap hari oleh tayangan dan konten radikal yang begitu mudah disebar dan viral di media sosial," kata dia.

Said Aqil mengingatkan, gerakan radikalisme merupakan pintu masuk bagi tindakan terorisme. Negara punya pekerjaan rumah untuk lebih serius mengikis gerakan radikal untuk meredam teror.

Doktor lulusan universitas Ummul Qura, Mekkah, Arab Saudi ini melihat, salah satu dampak radikalisme yang dirasakan saat ini adalah menurunnya toleransi beragama di Indonesia. Ini berbahaya karena dapat merusak konstruksi NKRI yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Advertisement

Gangguan terhadap kebebasan menjalankan ajaran agama dan keyakinan masih kerap terjadi dan dilakukan oleh kelompok-kelompok intoleran. PBNU menyerukan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas kelompok intoleran yang melanggar hukum dan juga ketertiban sosial.

"Tanpa ketegasan pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak aksi-aksi intoleran, negara akan kalah oleh kelompok yang menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendak," kata dia.

Baca juga:
Dapat restu kiai, warga NU bisa dapat dana usaha hingga Rp 10 juta
200 Personel NU disiagakan amankan malam Natal di Depok
Gus Ipul: Isu makar bagian dari dinamika politik
Ketum PBNU: Jika tak ada bukti, terduga makar harus segera dilepas
Banyak kiai dihina, Banser di Jateng siapkan 112 ribu personel
PBNU sebut Salat Jumat di jalan tak sah setelah analisa kitab kuning

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.