Pasutri pembuat vaksin palsu di Bekasi pernah bekerja di rumah sakit
Rita Agustina adalah seorang mantan perawat, sedangkan Hidayat Taufiqurahman juga pernah bekerja di rumah sakit.
Pasangan suami istri yang ditangkap di Perumahan Kemang Pratama Regency, Kota Bekasi, rupanya sama-sama mempunyai latar belakang di dunia farmasi. Rita Agustina adalah seorang mantan perawat, sedangkan Hidayat Taufiqurahman juga pernah bekerja di rumah sakit.
"Kalau suaminya pernah bekerja di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat di bagian kamar operasi," kata mantan rekan kerja Rita di RS Hermina, berinisial S, Senin (27/6).
S mengaku tak tahu pasti Hidayat berhenti bekerja di RS tersebut. Namun, setelah itu Hidayat pindah bekerja menjadi Bruther atau perawat lelaki di PT Yamaha Indonesa Motor Manufacturing (YIMM), Jakarta.
"Kalau Rita itu keluar dari RS Hermina sekitar tahun 2010-an, sempat ketemu saya dan dia bilang kalau membuka usaha toko pakaian dalam di Bekasi Square," kata dia.
Dalam pertemuan singkat itu, Rita mengaku sudah sukses, dan membeli rumah di kawasan elit Kemang Pratama Regency. Selain itu, Rita juga mengaku baru saja membeli mobil mewah keluaran terbaru.
S mengaku terkejut setelah mendapatkan kabar bahwa temannya tersebut ditangkap aparat dari Bareskrim Mabes Polri karena kasus vaksin palsu. Bahkan, ia mengaku kaget jika usaha lain yang dijalani ialah memproduksi vaksin palsu.
Sementara itu, sejumlah warga di tempat tinggalnya juga mengaku curiga dengan profesi keluarga tersbut. Sebab, Hidayat mengaku sebagai akuntan di perusahaan Yamaha, sedangkan istrinya hanya mantan perawat dan kini menjadi ibu rumah tangga.
"Pernah nanya soal profesinya, katanya akuntan di Yamaha. Tapi, masa iya hanya akuntan bisa beli rumah di sini," kata tetangga Hidayat, Marihat.
Karena penarasan, ia lalu kembali bertanya apakah mempunyai usaha atau tidak. Namun, Hidayat menanggapi santai sambil tertawa. Warga baru mengetahui usaha yang dijalankan setelah polisi menggerebek kediamannya.
"Ternyata itu (Vaksin Palsu) usahanya," kata dia.
Baca juga:
Ini penampakan vaksin-vaksin palsu yang disita Bareskrim
DPR desak Kemenkes data korban yang kena vaksin palsu
Besok, Bareskrim undang Kemenkes bahas korban vaksin palsu
Gubernur Jabar minta proses lelang vaksin dievaluasi
Tolak disebut kebobolan, BPOM dalih vaksin palsu murni kriminal
Dicecar DPR, Menkes tak bisa jelaskan soal vaksin palsu
Kasus vaksin palsu, Bareskrim tetapkan 15 tersangka