LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pasutri di Tenggarong diamankan pascateror teror gereja Oikumene

Pasutri di Tenggarong diamankan pascateror teror gereja Oikumene. Aparat mengamankan atribut Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) di kediaman warga di kelurahan Panji, kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemilik rumah, Andre Agasi dan istrinya Amira Aryani, sebelumnya telah diamankan kepolisian.

2016-11-17 16:57:46
Bom gereja Samarinda
Advertisement

Aparat TNI dan Polri mengamankan atribut Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) di kediaman warga di kelurahan Panji, kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemilik rumah, Andre Agasi dan istrinya Amira Aryani, sebelumnya telah diamankan kepolisian, beberapa saat pascaledakan bom di depan gereja Oikumene di Samarinda.

Keterangan diperoleh, rumah Andre dan Amira itu, didatangi aparat Babinsa TNI didampingi jajaran kelurahan, Rabu (16/11) sekira pukul 14.00 WITA. Sebelumnya di hari yang sama, Babinsa beranjang sana dengan warga di desa binaan, di kelurahan Panji, pascaapel bersama Bhinneka Tunggal Ika di Polres Kutai Kartanegara.

Dalam kesempatan itu, Babinsa melakukan diskusi dan memberikan pemahaman, agar warga lebih waspada, pascateror bom di gereja Oikumene. Saat diskusi, warga melaporkan, pasangan suami istri sempat diamankan pascateror bom.

"Warga menyampaikan ada warga di sekitar mereka, yang diamankan setelah bom gereja itu, dan menginformasikan ke arah rumah yang dihuni Amira," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Fajar Setiawan, kepada merdeka.com, Kamis (17/11).

Amira dan suaminya, Andre, belakangan diketahui warga pendatang asal Sumatera Selatan, yang sudah diamankan pascaledakan bom di Samarinda, 13 November 2016 lalu.

"Rumah itu kosong, tinggal anaknya pasangan suami istri itu. Rumah itu dijaga tetangganya. Tidak lama, datang tim Gegana Brimob Polda Kalimantan Timur. Babinsa bersama Lurah, kemudian memeriksa di dalam rumah, ditemukan atribut ISIS," ujar Fajar.

Dari lokasi rumah itu, telah diamankan sejumlah atribut ISIS di antaranya bendera ISIS dan buku tentang Jihad. Sempat beredar seorang warga diamankan lagi dari lokasi, meski kabar itu akhirnya tidak benar.

"Sekarang barang-barang yang ditemukan di lokasi itu, sudah diamankan untuk keperluan penyidikan," demikian Fajar.

Keterangan diperoleh, sebuah buku itu berjudul 'Antara Jihad dan Terorisme' serta atribut ISIS berupa bendera hitam, lambang ISIS. Terkait kasus ledakan bom di depan gereja Oikumene sendiri, Mabes Polri telah merilis 5 orang ditetapkan tersangka dari 21 orang yang menjalani pemeriksaan.

Sementara itu Pustaka As-Sunah memberikan klarifikasi mengenai isi buku Jihad dan Terorisme yang ditulis oleh Dzulqarnain M Sunusi.

Lewat email yang dikirim ke redaksi, penerbit menjelaskan buku tersebut justru memuat keterangan tentang kesempurnaan dan keindahan syariat islam. Serta prinsip jihad yang benar, dan pandangan Islam terhadap terorisme.

"Buku ini sama sekali membantah dan mencela pemikiran dan aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam," tulis penerbit.

Buku Jihad dan Terorisme telah dibahas dan diulas dalam berbagai tabligh akbar di beberapa kota besar di Indonesia, yang acaranya turut didukung dan dihadiri oleh unsur pimpinan kepolisian dan TNI setempat.

Sementara itu, penulisnya Dzulqarnain M Sunusi turut berperan aktif dalam program deradikalisasi. Di antaranya adalah Tabligh Akbar bertema 'Islam Membawa Kedamaian, Bukan Teror' yang disampaikan di Masjid Darul Ilmi Komplek PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian), Jakarta Selatan.

Acara ini turut dihadiri oleh pula Bapak MS Kaban (Menteri Kehutanan RI pada waktu itu) yang juga memberi kata sambutan dalam acara ini, dan dipanitiai oleh DKM Masjid Darul Ilmi PTIK.

Selain itu dalam Tabligh Akbar: Membentengi Generasi Muda dari Radikalisme dan Terorisme, pada 29 Oktober 2016 di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, yang pematerinya adalah penulis bersama salah seorang staf ahli BNPT.

Pihak penerbit juga menegaskan tak pernah punya keterlibatan apa pun atas teror yang terjadi di Samarinda.

Advertisement

Baca juga:
Polisi tetapkan 5 tersangka ledakan bom gereja di Samarinda
Kondisi balita TH, korban ledakan bom gereja belum lalui masa kritis
Wiranto soal bocah jadi korban bom: Kita kutuk kenapa begitu kejam
Bantu biaya korban bom Samarinda, Wiranto koordinasi dengan Pemda
Duka bocah 2,5 tahun jadi korban tewas kebiadaban teroris
Teror bom di mana-mana, DPR desak segera bahas revisi UU Terorisme
Perang terhadap terorisme tak pernah selesai

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.