Pasien rumah sakit jiwa coba gantung diri di RSJP Bangli
Pasien rumah sakit jiwa coba gantung diri di RSJP Bangli. Direktur RSJP Bali, Gede Bagus Darmayasa membenarkan kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan pasien asal Desa Bunutin Kintamani itu. Peristiwa itu dikabarkan terjadi sekitar pukul 16.15 WITA.
Seorang pasien bernama I Komang Wardika (31) mencoba gantung diri di ruang perawatan RSJP Bangli. Untungnya aksi itu cepat diketahui dan pasien kejiwaan itu masih mendapat penangan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangli yang hingga malam ini kabaranya belum sadarkan diri, Rabu (24/1).
Direktur RSJP Bali, Gede Bagus Darmayasa membenarkan kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan pasien asal Desa Bunutin Kintamani itu. Peristiwa itu dikabarkan terjadi sekitar pukul 16.15 WITA.
Wardika mencoba mengakhiri hidup dengan menggantung diri di teralis kamar mandi ruang rawat di ruang Arimbi.
"Dalam kondisi tidak sadarkan diri, pasien langsung kita rujuk ke RSUD Bangli untuk mendapatkan penanganan medis," ujarnya.
Sementara dokter jaga IRD Bangli, dr I Komang Agus Widastra menyampaikan, telah melakukan rongten terhadap pasien dan hasilnya tidak ada masalah. Hanya saja masih perlu dilakukan observasi mengingat Wardika belum sadarkan diri.
"Hasil pemeriksaan luar ada bekas jeratan tali pada leher dan adanya infeksi, namun penyebabnya masih kami dalami," jelasnya.
Sementara itu, I Made Kerpanawa yang notabene kakak kandung Wardika saat ditemui di IGD RSUD Bangli, justru mempertanyakan pengawasan dari petugas. Informasi yang diterimanya jika adiknya coba bunuh diri dengan menggunakan tali kain yang dirobek dari selimutnya sendiri.
"Selimutnya disobek dan diikat ke teralis. Untuk merobek selimut membutuhkan waktu, jika pengawasan bagus mungkin petugas sudah mengetahui adik saya merobek-robek selimutnya," ketus Kerpanawa.
Diakuinya, jika adiknya sudah empat kali dirawat di RSJP Bangli. Sebelum peristiwa itu terjadi, kata dia, baru lima hari menjalani rawat inap di RSJP Bangli. Soal kejiwaan yang dialami adiknya baru terlihat sekitar 7 bulan lalu.
Baca juga:
Bilang mau buang air kecil, Supeno malah tabrakkan diri ke kereta api
Polisi menduga kuat tiga bocah di Jombang dibunuh oleh ibunya
Tak mau cerai, EA coba bunuh diri minum 60 sachet obat batuk & deterjen
Kasus ibu ajak anak minum racun di Jombang, suami pelaku diperiksa polisi
Diduga tak dinafkahi suami, ibu di Jombang ajak 3 anaknya minum racun serangga
Surani tewas usai tenggak obat pembasmi rumput
Misteri tewasnya pegawai BRI di Jakarta Pusat