Pasien RSUD Bantul meninggal dengan kondisi hidung hilang
Ketika sampai di rumah hendak memandikan, keluarga mendapati sebagian hidung sebelah kiri hilang dengan bentuk teriris.
Jenazah pasien Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati, Bantul, Wakiyah kehilangan sebagian cuping hidungnya. Hal ini diketahui keluarga ketika hendak memandikan jenazah korban.
Wakiyah warga Jragan, Desa Poncosari, Bantul dinyatakan meninggal pada 30 Januari 2016 setelah dirawat kurang lebih selama tiga hari di RSUD Panembahan Senopati.
Anak almarhum Wakiyah, Purwantisari mengatakan, setelah ibunya dinyatakan meninggal, pihak RSUD menawarkan kepada keluarga untuk merawat jenazah dan mengkafani. Akan tetapi, pihak keluarga menolak karena ingin memandikan jenazah sendiri di rumah duka.
Usai mengurus administrasi, katanya, keluarga membawa pulang jenazah yang hanya ditutup dengan penutup selimut. Ketika sampai di rumah hendak memandikan, keluarga mendapati sebagian hidung sebelah kiri hilang dengan bentuk teriris rapi.
"Beberapa waktu kemudian kami menanyakan ke pihak RS dengan membawa bukti foto, namun kami tidak mendapat jawaban konkret, sehingga kami lapor ke LBH, berharap ada keadilan dari masalah ini," kata Purwantisari, dikutip dari Antara, Kamis (19/5).
Baca juga:
Polisi belum temukan kaitan RSCM terlibat jual beli ginjal
Bareskrim belum temukan bukti RSCM terlibat kasus perdagangan ginjal
Cegah jual beli ginjal, Kapolri harap ada aturan khusus soal donor
Bareskrim dalami dugaan pelanggaran SOP transplantasi ginjal
Mabes Polri: Kasus jual ginjal adalah TPPO, bukan malapraktik
Polisi: Korban perdagangan ginjal hampir 30 orang
Kasus penjualan ginjal, Bareskrim pelajari dokumen sitaan dari RSCM