Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 6 Orang
Meski positif corona, lanjut Yurianto, keduanya dalam kondisi stabil, tidak demam, tidak batuk, tidak pilek.
Pemerintah kembali mengumumkan dua kasus baru positif virus corona atau Covid-19. Sampai hari ini, total enam kasus positif corona terdeteksi di Indonesia.
"Dua positif," kata Juru Bicara Penanganan Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (8/3).
Yurianto menyebut temuan baru itu dengan kasus 05 dan kasus 06. Kasus 05 diidap pasien laki-laki dengan usia 55 tahun.
"Ini adalah hasil pemeriksaan lanjutan dari klaster Jakarta. Dari data laboratorium dan confirm Covid-19," jelasnya.
Sedangkan untuk kasus 06, diidap pasien dengan usia 36 tahun, anak buah kapal (ABK) Diamond Princess.
"Ini adalah importcase dari Jepang, dari ABK kapal Diamond Princess," jelasnya.
Meski positif corona, lanjut Yurianto, keduanya dalam kondisi stabil, tidak demam, tidak batuk, tidak pilek.
"Jadi kondisinya dalam keadaan baik, tidak membutuhkan oksigen, tidak diinfus, sadar penuh, tidak demam, tidak batuk, dan tidak pilek," sambungnya.
Pada jumpa pers beberapa jam lalu, Yurianto mengatakan jumlah pasien suspect virus corona (Covid-19) bertambah dari 11 menjadi 23 orang. Artinya, dengan bertambahnya pasien positif, sisa pasien suspect menjadi 21 orang. Ini diketahui usai dilakukan pemeriksaan terhadap 620 spesimen dari dari 25 provinsi.
Menurut Yurianto, 23 pasien suspect menunjukkan gejala-gejala batuk dan demam meski tak tinggi. Namun, Yurianto belum bisa memastikan 23 pasien suspect tersebut positif terjangkit virus corona atau tidak.
Baca juga:
Pemerintah Telusuri WN Malaysia Positif Corona yang Sempat ke Jakarta dan Bogor
Tak Sama Seperti Influenza, Ini Penjelasan Ahli Soal Covid-19
Kemenkes Percaya Dinkes Sudah Cek Kesehatan Kru dan Penumpang Kapal Viking Sun
Pemerintah Sudah Periksa 620 Spesimen Covid-19
Rencana Pembangunan RS Khusus Infeksi, Warga Pulang Galang Minta Jaminan Kesehatan
Penanganan Pasien Virus Corona Tidak Gunakan Peralatan Canggih
Pasien yang Sembuh dari Virus Corona Tidak Menutup Kemungkinan Tertular Kembali