Pasien DBD membludak, sebagian warga dirawat di lorong RSUD Depok
Akan tetapi kondisi itu tak mengurangi standar pelayanan yang diberikan pihak RS pada pasien.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok, memberikan tempat rawat tambahan kepada pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu, lantaran semakin hari pasien DBD makin bertambah.
Namun karena keterbatasan ruangan, terpaksa tempat tidur tambahan diletakkan di selasar atau lorong rumah sakit. Akan tetapi kondisi itu tak mengurangi standar pelayanan yang diberikan pihak RS pada pasien.
Direktur RSUD Depok, Dewi Damayanti mengatakan, ada dua pasien yang dirawat di lorong. Jumlah penderitanya sampai akhir Januari kemarin mencapai 152 pasien. Sedangkan kapasitas tempat tidur RSUD hanya ada 70.
"Jadi ada penambahan di selasar. Sampai saat ini hanya dua pasien saja yang di selasar," kata Dewi, Selasa (2/2).
Dewi mengakui, sejak Desember 2015 hingga sekarang mengalami kenaikan jumlah pasien. Pada Desember hanya 51 pasien yang dirawat di RSUD Depok. Sedangkan Januari naik menjadi 151 pasien. "Pasien dari Depok 126 orang. Dari Luar Depok 25 orang," ungkapnya.
Dia mengimbau pada warga agar waspada terhadap gejal DBD. Yaitu demam tinggi antara dua hingga empat hari disertai gejala lain seperti lemas, mual, nyeri ulu hati, sakit kepala. Menurutnya, rata-rata pasien dirawat di RS selama tiga hingga lima hari.
"Lamanya waktu perawatan tergantung kondisi si pasien juga. Untuk warga Depok juga perawatannya gratis dengan membawa KTP atau KK Depok," katanya.
Dewi juga menyarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Nyamuk penyebab DBD biasanya ada sekitar pukul 09.00-10.00 WIB dan 15.00-17.00 WIB.
"Jadi lindungi diri dan keluarga dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bersama sama, kerja bakti di lingkungan masing-masing. Untuk anak-anak yang tidur siang juga perlu dijaga dari gigitan nyamuk," pungkas Dewi.
Baca juga:
3 Warga Banten tewas akibat penyakit demam berdarah
Setiap harinya 12 orang pasien DBD masuk RSUD Purwakarta
DBD mewabah di Palembang, ikan tempalo dagangan Sapto laris manis
Pasien DBD di RSUD Subang membludak, sebagian dirawat di lantai
452 Warga Sumsel idap DBD, 9 orang meninggal
Ahok sindir orang kaya di Jakarta sulit diajak perangi DBD
70 Orang dirawat di RSUD Subang akibat wabah DBD, 1 meninggal dunia