Partisipasi warga dalam Pilkada serentak rendah, ini kata Mendagri
Mendagri mengaku akan mengevaluasi ajang Pilkada serentak kemarin karena pada 2017 akan ada pilkada lagi.
Partisipasi masyarakat terhadap Pilkada serentak 2015 rendah. Target KPU 77 persen tingkat partisipasi ternyata tidak tercapai. Mendagri Tjahjo Kumolo tidak habis pikir pada masyarakat yang tidak menggunakan partisipasi pada pilkada serentak yang kali pertama digelar tersebut.
"Ya enggak tahu. Padahal sudah diberi hari libur-kan," kata Tjahjo di sela kegiatan festival antikorupsi di Gedung Sabuga Bandung, Jumat (11/12).
Tapi dia tetap mengapresiasi masyarakat yang turut serta menyemarakkan Pilkada serentak gelombang pertama itu. Meski demikian ada yang tingkat partisipasi masyarakatnya masih di bawah 60 persen.
"Dengan 70 persen meningkat, secara keseluruhan ada peningkatan. Kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak dan kewajiban cukup bagus," jelasnya.
Mendagri mengaku akan mengevaluasi ajang Pilkada serentak tersebut. "Nanti ada evaluasi agar dioptimalkan, agar nanti yang di bawah 60 persen bisa dibenahi. Kan masih ada 2017-2018 masih ada pilkada," terangnya.
Dia menambahkan, secara umum pelaksanaan pilkada serentak yang pertama kalinya di Indonesia pada tanggal 9 Desember 2015 berjalan aman dan lancar.
"Tidak ada gangguan kemudian emosional para pendukung pasangan calon juga berjalan dengan baik. Pengaman bagus, deteksi dini juga bagus," jelasnya.
Baca juga:
Perolehan suara dua kandidat Pilkada Denpasar kalah dengan golput
Banyak warga jadi perantau, Pilkada Sukoharjo tak maksimal
Partisipasi pemilih Pilkada di Sumsel di bawah 70 persen
Cuma satu pasangan calon, KPU Blitar sebut golput mencapai 40 persen
Golput di pilkada tinggi, DPR akan panggil KPU dan Bawaslu