Parah! Usai Isi Bensin di SPBU Kembangan Motor Mogok Massal, Ternyata Gara-Gara Petugas Lalai
Akibat kelalaian pengawas di SPBU, ratusan sepeda motor mengalami mogok secara bersamaan setelah mengisi bensin di SPBU 34.116.12 Kembangan.
Akibat kelalaian pengawas SPBU, ratusan sepeda motor mengalami mogok secara massal setelah mengisi bensin di SPBU 34.116.12 Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin (4/8). Setelah ditelusuri, ditemukan bahwa mesin pengisian yang seharusnya berisi Pertalite justru terisi dengan Bio Solar. Ramses Sitorus, manajer SPBU, mengakui adanya kesalahan dari stafnya.
"Kelalaian dari pengawas. Telah terjadi kesalahan pengisian dari mobil tangki ke tabung BBM Biosolar masuk ke Pertalite harusnya BBM Biosolar masuk ke tangki samping Pertalite," ungkap Ramses di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa pengawas tidak memindahkan selang dengan benar, sehingga terjadi pencampuran antara Solar dan Pertalite yang menyebabkan motor-motor tersebut mogok.
Setelah insiden ini, sejumlah motor langsung mengalami mogok setelah keluar dari pom bensin, dengan laporan awal mencatat setidaknya 15 kendaraan yang terdampak.
"Sejauh ini laporan dari saya baru 15. Dan kami akan data lagi barang kali ada customer yang habis dari sini mungkin tidak sadar, motornya masih jalan," jelasnya.
SPBU Hentikan Penjualan
Untuk mengatasi masalah ini, SPBU segera menghentikan penjualan Pertalite setelah insiden pertama terjadi.
"Semenjak ada kasus pertama muncul langsung diperintahkan untuk setop penjualan sehingga seluruh Pertalite tidak boleh, tidak ada penjualan," tambahnya.
Hal ini dilakukan demi mencegah masalah lebih lanjut hingga proses penanganan dari Pertamina selesai.Ramses juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Pertamina untuk penanganan lebih lanjut.
8.000 Kiloliter Bio Solar Masuk Tangki Pertalite
Menurut data awal, sekitar 8.000 kiloliter Bio Solar telah terlanjur masuk ke dalam tangki Pertalite yang seharusnya berisi 20 kiloliter. Pihak kepolisian juga sudah terlibat dalam penyelidikan, dan pengawas yang bertanggung jawab sedang dalam proses pemeriksaan.
"Sudah diperiksa dari pihak kepolisian, pengawas tersebut sedang diproses untuk di-BAP," ujarnya.
Terkait kerugian yang dialami oleh pelanggan, SPBU menyatakan akan menanggung semua biaya yang timbul akibat insiden ini.
"Costumer akibat dari semua ini kami tanggung jawab. Untuk kerugian dari costumer kami tanggung," tegasnya.
Viral di Medsos
Kejadian ini pun menjadi viral di media sosial, di mana salah satu korban membagikan video kondisi bengkel sepeda motor yang terletak di dekat SPBU.
Dalam video tersebut, belasan motor yang diduga terkena dampak pencampuran Pertalite dan Biosolar terlihat antre untuk diperbaiki karena tidak dapat berfungsi.
"Bengkel di samping pom bensin ramai gegara beli bensin di sini malah jadi rusak, pada mati," kata perekam video tersebut, menggambarkan situasi yang terjadi di lokasi.