Panglima TNI Pantau 1.427 Prajurit Latihan Tembak Terpadu di Situbondo
Dalam latihan yang disaksikan Panglima TNI ini melibatkan 1.427 prajurit TNI terdiri dari pelaku 440 prajurit TNI AD, 469 prajurit TNI AL, 193 prajurit TNI AU dan 75 prajurit Satkomplek TNI serta 250 personel penyelengara.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memantau latihan bantuan tembakan terpadu TNI 2018 di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (28/11). Turut mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kepala Staf Angkatan Laut Laksama TNI Siwi Sukma Adji, Pangkostrad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang dan beberapa Pati lainnya.
Pantauan merdeka.com di lokasi, beberapa kali 1 KRI Sultan Iskandar Muda 367, 4 unit Pesawat Tempur F- 16, 4 unit Pesawat Tempur Super Tucanno, 2 unit Helly MI-35 Penerbad, 1 unit Ml-17 dan 1 unit HeIly Bell-412 Penerbad menembakkan amunisinya ke sasaran tembak yang memang sudah disiapkan.
Latihan tembak ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan dan keterampilan prajurit TNI dalam melaksanakan prosedur bantuan tembakan sehingga memliki kemampuan yang handal dalam menggunakan sarana bantuan tembakan yang tersedia untuk mendukung tugas Komando Gabungan TNI.
Selain itu, dalam latihan tersebut juga akan diuji efektifitas dan akurasi senjata yang dimiliki TNI baik dari darat dengan sejumlah senjata alat berat, dari laut bantuan tembakan dari KRI, dan dari bantuan tembakan dari udara pada satu titik koordinat yang telah ditentukan.
Sedangkan sasaran latihan tersebut antara lain mampu dalam pelaksanaan tembakan sesuai prosedur dengan tepat dan aman, mampu melaksanakan prosedur mekanisme kerja koordinasi bantuan tembakan, mampu koordinasi tentang penggunaan senjata bantuan dari masing-masing matra, mampu koordinasi tentang penggunaan ruang udara dan mampu ciptakan daya tempur maksimal pada suatu operasi tempur
Pada latihan kali ini mengangkat tema 'Satuan Bantuan Tembakan Komando Gabungan TNI Menyelenggarakan Bantuan Tembakan Untuk Mendukung Keamanan Militer Guna Keberhasilan Tugas Operasi Komando Gabungan TNl Dalam Rangka Operasi Militer Perang'.
Dalam latihan yang disaksikan Panglima TNI ini melibatkan 1.427 prajurit TNI terdiri dari pelaku 440 prajurit TNI AD, 469 prajurit TNI AL, 193 prajurit TNI AU dan 75 prajurit Satkomplek TNI serta 250 personel penyelengara. Sedangkan AIutsista yang dikerahkan antara lain, 1 KRI Sultan Iskandar Muda 367, 4 Pesawat Tempur F- 16, 4 unit Pesawat Tempur Super Tucanno, 2 unit Helly MI-35 Penerbad, 1 unit Ml-17, 1 unit HeIly Bell-412 Penerbad.
Kemudian, alat berat TNI yang melaksanakan penembakan yaitu 6 MO-81 Yonif 509, 6 Pucuk Meriam Howitzer 105 Artileri Medan 8, 6 Astros Artileri Medan 1/2 K, 6 Meriam Caesar 155, 3 Pucuk Mortir 81, 4 unit RM 70 Grad dan 8 How-105 Pasrat.
Baca juga:
Kabasarnas hingga Panglima TNI akan temui keluarga korban Lion Air
4 Cerita ini ungkap betapa beratnya mencari black box di dasar laut
Kabasarnas & Panglima TNI paparkan perkembangan pencarian Lion Air JT 610
Panglima TNI tinjau serpihan Lion Air JT 610
Panglima TNI ikut sisir lokasi pencarian Lion Air JT 610
Panglima TNI sebut lokasi badan pesawat Lion Air sudah terdeteksi