LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Panggilan pemeriksaan ketiga, Setnov belum muncul di Kejagung

Dari dua panggilan pemeriksaan sebelumnya, mantan ketua DPR itu selalu mangkir.

2016-01-27 13:22:43
Setya Novanto catut nama Jokowi
Advertisement

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap Politikus Golkar, Setya Novanto. Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan permufakatan jahat berujung tindak pidana korupsi dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Amir Yanto mengatakan sudah mendapat informasi jika Setnov bakal hadir dalam pemeriksaan kali ini. Namun, dia akan kembali memastikan informasi tersebut.

"Iya (diperiksa). Informasi yang saya dapat dia akan hadir, tapi nanti saya cek lagi," kata Amir saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (27/1).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, kapan dipastikan Setnov hadir, Amir buru-buru mengakhiri pembicaraan. Dia beralasan sedang rapat dengan pihak intelijen di Kejagung.

"Nanti saja, saya mau rapat dulu sama intelijen yah," tutup dia.

Hingga pukul 13.00 WIB, mantan ketua DPR itu belum datang ke gedung Kejaksaan Agung.

Untuk diketahui, hari ini merupakan pemanggilan ketiga terhadap Ketua Fraksi Golkar di DPR, Setya Novanto (Setnov). Pada pemanggilan pertama dan kedua, Setnov selalu mangkir tanpa memberikan keterangan kepada pihak Kejagung.

Belum ada informasi apa yang akan dilakukan Korps Adhyaksa jika Setnov kembali mangkir dari pemeriksaan itu. Pasalnya, Kejagung selalu mengelak dengan dalil Setnov tidak berstatus saksi ataupun tersangka dalam kasus kongkalikong di perusahaan tambang emas tersebut.

Baca juga:
Kasus 'Papa Minta Saham', Kejagung kembali panggil Setya Novanto
Ketua DPR: Presiden harus dilindungi, termasuk dari pencatut nama
Jokowi ingatkan pencatut nama, Seskab sebut itu peringatan terbuka
Nasir Djamil: Pansus Freeport untuk kawal kinerja Jaksa Agung
Panja Freeport, Ruhut sebut Komisi III lebay & Novanto ke laut saja

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.