Paloh Sebut KPK Terbanyak Tangkap Pejabat Dibanding Lembaga Antikorupsi Negara Lain
Paloh mencontohkan seperti istilah tangkap tangkap. Menurutnya, tangkap tangan adalah ada si pemberi dan penerima saat bersamaan itu tertangkap.
Ketua Umum Partai NasDem mengatakan Indonesia harus bersyukur telah melahirkan KPK. Track Record KPK, kata Paloh, membuktikan segala kekurangan untuk menjadi perbaikan bagi kita semua.
"Secara objektif telah berbuat banyak, bahkan terkesan kadang-kadang ada hal barangkali sudah didramatisasi dalam pendekatan pemberantasan korupsi," kata Paloh dalam dialog HUT CSIS, Senin (23/8).
Paloh mencontohkan seperti istilah tangkap tangkap. Menurutnya, tangkap tangan adalah ada si pemberi dan penerima saat bersamaan itu tertangkap.
"Tetapi, satu pemberi di Medan, penerima di Surabaya itu juga dibilang tangkap tangan juga. Itu dramatisasi," katanya.
Namun demikian, kata Paloh, lembaga antikorupsi di Indonesia paling banyak menangkap dibanding negara lain. Baik menyasar pejabat aktif atau yang sudah betugas.
"Bandingkan dengan lembaga antikorupsi di negara lain, KPK kita cukup agresif, itu perlu kita apresiasi," katanya.
Paloh melanjutkan, tak ada negara di dunia ini bebas korupsi. Untuk itu, di Indonesia memerlukan budaya malu dimulai dari masyarakat, pendidikan formal dan keluarga. Budaya malu menjadi satu gerakan untuk dapat mencegah korupsi.
"Kalau kita tak punya budaya malu, jangankan 1, 100 KPK pun tak bisa," katanya.
Baca juga:
Perjalanan Juliari Korupsi Bansos Covid: Potong Rp10.000 Dulu, Minta Bebas Kemudian
Mantan Mensos Juliari Hadapi Sidang Vonis dalam Perkara Korupsi Bansos Besok
Novel Baswedan Cs Laporkan Alexander Marwata ke Dewas KPK
KPK Diminta Fokus Perbaiki Hukuman Pidana Daripada Ajak Napi Koruptor Jadi Penyuluh
KPK: Napi Koruptor Hanya Dilibatkan dalam Program Antikorupsi, Bukan Jadi Penyuluh
KPK Soal Pemberian Remisi ke Koruptor: Hak Seorang Narapidana