Pakar Sebut Vaksinasi Covid-19 Dimungkinkan Dilakukan Tiap Tahun
Ia menuturkan, kemungkinan tersebut masih belum didukung data ilmiah. Sehingga belum ada keputusan dari para pakar perlu tidaknya booster vaksinasi Covid-19 di setiap tahunnya.
Peneliti Virus Profesor Amin Soebandrio mengatakan tidak menutup kemungkinan vaksinasi Covid-19 akan dilakukan setiap tahun atau dua tahun sekali. Namun kondisi tersebut tergantung sirkulasi virus. Amin menuturkan, kemungkinan itu merujuk pada influenza yang bisa dilakukan vaksinasi tiap tahun.
"Kalau misalnya pandemi ini menjadi endemis kemudian situasinya mirip influenza saat ini, maka bukan tidak mungkin kita akan juga memberikan perlakuan yang sama artinya memberikan vaksin itu akan dibutuhkan setiap tahun atau setiap dua tahun," ucap Amin dalam webinar, Kamis (23/9).
Ia menuturkan, kemungkinan tersebut masih belum didukung data ilmiah. Sehingga belum ada keputusan dari para pakar perlu tidaknya booster vaksinasi Covid-19 di setiap tahunnya.
Bagi penyintas Covid, Amin menyampaikan bahwa vaksinasi dapat dilakukan 1 bulan pasca negatif. Berdasarkan hasil diskusi dengan ITAGI dan para pakar, penyintas tidak perlu menunggu tiga bulan untuk menerima vaksin dikarenakan penurunan antibodi penyintas bervariasi.
Dalam beberapa laporan, antibodi penyintas menurun 1 bulan setelah negatif Covid-19, ada pula lebih lama. Namun ada pula kasus antibodi penyintas menurun 8 hari pasca sembuh dari infeksi virus Sars Cov-2 tersebut.
"Penyintas tetap eligible untuk divaksin. Tanpa perlu menunggu 3 bulan bisa divaksin," pungkasnya.
Baca juga:
Tinjau Vaksinasi di Cilacap, Jokowi Berpesan Siswa & Santri PTM dengan Prokes
Pakar: Selama Efikasi Vaksin di Atas 50 persen, Masih Bisa Menekan Dampak Covid-19
Siapkan 'Rumah Sehat', Pemkot Medan Kembali Buka Sentra Vaksinasi Massal
Jokowi Ingatkan Pelajar Jaga Prokes saat Belajar Tatap Muka, Terutama Pakai Masker
Dukung Program Pemerintah, Gajah Tunggal Gelar Vaksinasi Covid-19