Orang miskin bunuh diri, SBY dinilai gagal
Masalah kemiskinan harus menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperhatikan kemudian dientaskan dari jurang kemiskinan.
Anggota komisi VIII DPR, Muhammad Oheo Sinapoy, menyesalkan kasus bunuh diri tunawisma ibu dan anak karena desakan ekonomi di Jembatan Pulo Empang, Bogor, Jawa Barat. Menurutnya hal itu menunjukkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono gagal mengentaskan angka kemiskinan.
"Itu bukti nyata kegagalan sistem dalam mengentaskan kemiskinan, pemerintah SBY hanya main-main, tidak jalan," kata Oheo kepada merdeka.com di DPR, Jakarta, Rabu (4/7).
Politisi Partai Golongan Karya itu membandingkan, tahun 2011 pemerintah SBY menargetkan mengentaskan 11 persen, dari total masyarakat miskin nasional 79 juta jiwa. Namun hanya mampu mengentaskan 13 ribu jiwa.
Padahal, anggaran bantuan sosial waktu itu mencapai Rp 63 triliun. Sedangkan tahun ini, pemerintah menganggarkan Rp 79 triliun untuk mengentaskan kemiskinan.
"Rencana pemerintah turunkan 11 persen dari 79 juta jiwa, harusnya ada sekitar 7,9 juta dientaskan. Namun hanya 13 ribu, apa ini bikin malu saja," cetus Oheo.
Sudah selayaknya masalah kemiskinan, menjadi tanggung jawab pemerintah. Diperhatikan kemudian dientaskan dari jurang kemiskinan.
"Undang-undang mengatakan negara untuk memelihara orang miskin, jangan dipelihara jumlahnya," sindirnya.(mdk/ian)