Kesulitan ekonomi, ibu dan anak bunuh diri di sungai
Merdeka.com - Seorang ibu dan anak nekat bunuh diri dengan cara melompat dari Jembatan Pulo Empang, yang terletak di Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Diduga mereka bunuh diri karena tidak kuat menahan himpitan ekonomi.
"Mereka ini tuna wisma, anaknya melaporkan ibunya lompat bersama adiknya dari jembatan, saat ditemukan keduanya sudah meninggal," kata Kepala Unit Sabara Polsek Bogor Tengah, AKP Herry. Demikian dikutip dari antara.
Herry menyebutkan ibu dan anak ini merupakan tuna wisma asal Sukabumi. Korban bernama Markiah (30) dan anaknya yang masih kecil jenis kelamin laki-laki berumur sekitar tiga tahun.
Menurut penuturan Suryana warga RW 6, peristiwa ini diketahui saat saudaranya Taidah (50) melaporkan ada anak kecil mau bunuh diri di jembatan. Anak itu ingin ikut ibu dan adiknya yang sudah terjun duluan.
"Anak itu mau ikutan lompat juga, saya cegah. Lalu dia cerita ibu dan adiknya melompat ke sungai," kata Suryana.
Mendapat laporan tersebut, Suryana lalu melaporkan ke pihak RW. Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.
Warga dan aparat setempat langsung melakukan pencarian di sepanjang Sungai Cisade, hingga akhirnya. Jenazah keduanya ditemukan berjarak sekitar 100 meter dari jembatan Pulo.
Kedua jenazah ibu dan anak tersebut lalu dievakuasi dan dimandikan di Mesjid Al Mastur. Oleh warga mayat keduanya dikafani dan disalatkan oleh polisi dan warga. Setelah di salatkan warga membawa kedua jenazah ke Pemakaman Umum Kebon Manggis. Peristiwa tersebut sontak membuat warga Kampung Empang Pulo geger. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya