LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Obat Keras, Choloroquine Tidak Boleh Digunakan Sembarangan!

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan obat anti malaria yang juga digunakan untuk menangani pasien Covid-19, Choloroquine.

2020-03-23 13:03:38
Corona
Advertisement

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan obat anti malaria yang juga digunakan untuk menangani pasien Covid-19, Choloroquine.

Menurut Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, obat Choloroquine merupakan obat keras yang penggunaannya mesti berdasarkan resep dokter.

"Jadi jangan sampai masyarakat latah gitu, karena diumumkan begitu (Choloroquine untuk pasien Covid-19) langsung menggunakan sendiri jangan. Sebaiknya atas resep dokter," kata Daeng M. Faqih saat dihubungi Liputan6.com, Senin (23/3).

Advertisement

Dia menjelaskan, di kondisi darurat seperti ini kebutuhan obat tersebut begitu dibutuhkan. Utamanya bagi mereka yang telah positif terinfeksi virus Corona. Menurut Daeng M. Faqih jika yang sehat latah dan ikut membeli obat tersebut, maka ketersediaan klorokuin bagi yang benar-benar membutuhkan menjadi berkurang.

"Yang sakit kasihan itu. Berkurang kan nanti stok yang tersedia. Yang sudah lah diam aja di rumah jaga kesehatan, biar obat-obatan itu untuk yang membutuhkan," katanya.

Daeng menegaskan bahwa pada prinsipnya semua obat-obatan itu tidak boleh digunakan oleh sembarang orang kecuali yang membutuhkan sesuai dengan indikasi penyakitnya. Terlebih lagi Choloroquine juga tergolong obat keras yang bisa memberikan efek negatif bagi tubuh.

Advertisement

"Bisa jadi (berbahaya), itu bisa mempererat proses penyaringan di ginjal, bisa memperberat proses detoksifikasi di liver. Jadi kalau gak dibutuhkan ya dihindari," tukasnya.

Peredaran Choloroquine di pasaran ternyata masih banyak ditemui. Banyak yang menjual obat malaria ini di toko online dengan harga bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Anggota Komisi XI DPR Dukung Jokowi Realokasi Anggaran Buat Lawan Corona
Menhan, Panglima TNI & Menkes Sambut Hercules Angkut Alkes dari Tiongkok
Ulasan Lengkap Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Benda Mati
Gerindra Minta Anies Cairkan Anggaran BTT, Agar Pekerja Harian di Rumah Saja
Mencegah Penularan Corona dengan Bekerja dari Rumah
Sejumlah Toko di Mal Jakarta Bersiap Tutup Imbas Virus Corona

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.