LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Nyali Besar Berujung Maut, Pria Paruh Baya Tewas Duel Lawan Ular Kobra Sepanjang 4 Meter

Ocang (70), seorang warga Kampung Cipetir, Sukabumi, ditemukan meninggal dunia setelah terlibat pertarungan dengan ular King Kobra.

Selasa, 07 Okt 2025 16:37:00
ular kobra
Ocang berhasil membunuh ular berbisa raksasa tersebut, namun nyawanya tak tertolong setelah racun ular menjalar di tubuhnya saat ia berjuang mencari pertolongan. (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Peristiwa tragis menimpa seorang pria lanjut usia bernama Ocang (70) di Kampung Cipetir, Sukabumi. Ia ditemukan tewas usai berduel dengan seekor ular King Kobra sepanjang 4 meter di dalam rumahnya. Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya edukasi mengenai penanganan reptil berbisa di lingkungan permukiman.

Meskipun Ocang berhasil membunuh ular tersebut, ia tewas akibat racun yang menyebar di tubuhnya saat berusaha mencari pertolongan.

Menanggapi situasi seringnya ular masuk ke dalam rumah, Ketua Taman Belajar Ular (Tabu) Indonesia, Erwandi Supriadi, memberikan panduan yang sederhana dan efektif untuk masyarakat dalam menghadapi situasi ini serta memberikan pertolongan pertama yang tepat.

Erwandi menjelaskan bahwa konflik dengan ular di lingkungan pemukiman sebenarnya dapat diatasi tanpa harus berinteraksi langsung dengan ular tersebut.

Advertisement

“Alatnya sederhana, cukup dengan pipa paralon yang ujungnya diberi karung agar ular masuk ke dalamnya,” ujar Erwandi dalam keterangannya, Selasa (7/10).

Teknik ini terbukti efektif untuk berbagai ukuran ular, termasuk ular yang berusia sekitar lima tahun. Untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah, Erwandi menyarankan agar semua akses ke rumah ditutup rapat.

Advertisement

Ini mencakup jendela yang dilengkapi dengan kawat serta celah antara pondasi bangunan dan tanah.

“Karena ular itu, walaupun badannya besar, jika kepalanya sudah masuk, dia pasti akan ikut masuk,” jelasnya.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko pertemuan dengan ular berbisa di rumah mereka.

Erwandi

Erwandi menjelaskan bahwa kehadiran ular di dalam rumah tidak hanya dipengaruhi oleh musim, tetapi ada dua faktor utama yang mendorongnya.

Pertama, ular mencari makanan ketika sumber pakan di alam mulai menipis, dan kedua, mereka mencari pasangan saat masa birahi. Ia juga memberikan informasi mengenai King Kobra, "habitat alaminya seringkali dekat dengan pohon bambu. King Kobra adalah kanibal, ia memangsa ular lain, bukan tikus," ungkapnya.

Dalam mengamati konflik antara ular dan warga di Sukabumi, Erwandi menyatakan bahwa banyak korban yang bergerak setelah tergigit ular.

"Kalau korban ini, ular masuk rumahnya coba membunuh, terus tergigit ular, karena ularnya masih hidup korban pun banyak pergerakan makanya menjadi bisanya itu cepat bereaksi," tuturnya.

Dengan demikian, penting untuk memahami perilaku ular agar dapat menghindari insiden yang tidak diinginkan.

Tiga langkah penting dalam memberikan pertolongan pertama pada gigitan ular

King Kobra dikenal sebagai ular yang sangat cepat dalam bereaksi, bahkan mampu mengakibatkan kematian pada gajah dewasa dalam waktu hanya 15 menit. Untuk itu, Erwandi membagikan tiga langkah penting dalam pertolongan pertama jika seseorang terkena gigitan ular berbisa.

Langkah pertama yang harus diambil adalah tetap tenang.

"Pertama jangan panik, karena kepanikan mempercepat peredaran darah, yang pada gilirannya mempercepat laju penyebaran bisa ular," tuturnya.

Selanjutnya, hindari melakukan gerakan yang berlebihan. Gerakan yang cepat setelah digigit, seperti yang terjadi pada kasus di Sukabumi, dapat mempercepat penyebaran racun ke seluruh tubuh.

Langkah ketiga adalah imobilisasi. "Ketiga, imobilisasi, segera lakukan pembebatan atau pengikatan pada area yang tergigit, tetapi jangan terlalu kencang," tambahnya.

Ia menekankan bahwa tujuan dari pembebatan adalah untuk memperlambat, bukan menghentikan sepenuhnya peredaran darah. Selain itu, korban gigitan disarankan untuk tidak tertidur. Hal ini disebabkan karena bisa King Kobra mengandung berbagai racun, seperti Neurotoksin yang menyerang saraf dan dapat memicu rasa kantuk, Hemotoksin yang menyerang darah, serta Kardiotoksin yang menyerang jantung.

Advertisement

Terakhir, Erwandi mengingatkan, "Korban king cobra harus segera cepat dibawa ke rumah sakit," menekankan pentingnya penanganan medis yang profesional untuk mengatasi situasi berbahaya ini.

Berita Terbaru
  • Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau: Masih Berpotensi erupsi
  • Kronologi Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Ombak Pantai Selatan Yogyakarta
  • FOTO: Norwegia Singkirkan Brasil di Piala Dunia 2026
  • Ritme Harian Serba Cepat, Kebutuhan Tetap Terpenuhi Bersama Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba
  • BRI Setor Dividen Rp52,1 Triliun, Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Danantara
  • berita update
  • tewas
  • ular kobra
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
F
Reporter Fira Syahrin, Ahmad Apriyono
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.