Novel: Mana Mungkin Inisiatif Sendiri Pelaku, Enggak Masuk Akal!
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menilai kasus penyiraman air keras belum seluruhnya terungkap. Meski saat ini polisi sudah menangkap dua pelaku teror, namun Novel menyebut masih banyak kejanggalan.
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menilai kasus penyiraman air keras belum seluruhnya terungkap. Meski saat ini polisi sudah menangkap dua pelaku teror, namun Novel menyebut masih banyak kejanggalan.
"Yang kasus saya sekarang sudah ada penangkapan, tapi dengan banyak kejanggalan," kata Novel saat ditemui Liputan6.com di kediamannya Jalan Deposito Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (30/12).
Novel pun menjabarkan kejanggalan atas penangkapan dua polisi pelaku teror air keras. Salah satunya yaitu, dirinya yang tak mengenal dua pelaku sama sekali. Selain itu, motif kedua pelaku yang dikaitkan dengan masalah pribadi.
"Dia (juga) mengaku inisiatif sendiri, mana mungkin itu inisiatif sendiri sementara ada orang banyak yang awasi saya segala macam. Masa seorang brigadir bisa mengkondisikan, jadi enggak masuk akal," terangnya.
Novel pun berharap pihak kepolisian mengungkap kasus ini dengan sebenar-benarnya. Pasalnya, kata dia, juga banyak pegawai lembaga antirasuah yang juga mendapat serangan namun kasusnya tak terungkap.
"Masalah ini tidak boleh dibiarkan, fakta kalau belakangan ini suatu aksi perjuangan pemberantasan korupsi itu tidak didukung itu suatu hal yang tidak baik. Tapi kalau dibiarkan sama sekali, ini akan semakin menjadi buruk," tutur Novel.
Selain itu, Novel tetap berharap Presiden Joko Widodo atau Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).
"Idealnya begitu (bentuk TGPF). Tapi walaupun sudah sangat terlambat, tapi sangat-sangat terlambat itu lebih mending daripada tidak," katanya.
Adapun dua orang anggota Polri aktif diduga melakukan penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan diamankan di kawasan Cimanggis, Depok, Kamis (26/12/2019) malam. Dua orang tersebut berinisial RB dan RM.
Kedua tersangka itu memiliki peran yang berbeda. Argo mengungkapkan, pelaku yang menyiram cairan kimia ke Novel Baswedan adalah tersangka RB.
Reporter: Lisza Egeham (Liputan6.com)
Baca juga:
Pasal yang Disangkakan ke Penyerang Novel Dinilai untuk Menutupi Aktor Utama
Diteriaki Penyerang Pengkhianat, Novel Sebut 'Ngawur, Saya Juga Enggak Kenal Dia'
2 Penyiram Novel Ditangkap, Saut Situmorang Tunggu Persidangan
Menanti Polri Membongkar 'Otak' Penyerangan Novel Baswedan
Penyerang Novel Ditangkap, Jokowi Minta Tak Ada Spekulasi Negatif
ICW Minta Polri Ungkap Jenderal Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Novel Baswedan