NJIS pastikan sekolah bebas narkoba usai 2 satpam dicokok polisi
Sebelumnya, Hariyanto ditangkap di di samping Hotel BnB di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (20/3) sekitar pukul 20.30 Wib. Keesokan harinya, Anjar dibekuk di jalan raya di depan sekolah NJIS.
Hariyanto dan Anjar Hari Wibowo dicokok Polsek Kelapa Gading karena kasus kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba. Keduanya merupakan penjaga sekolah North Jakarta Intercultural School (NJIS) dan ditangkap di dua lokasi berbeda.
Terkait peristiwa itu, Kepala Sekolah NJIS Thomas R Bendel memastikan bahwa lingkungan sekolahnya bebas dari penyalahgunaan narkoba.
"Kami tidak pernah berkompromi dan memberikan toleransi terhadap penggunaan narkoba. Sekolah akan langsung memecat pegawai dan mengeluarkan murid di lingkungan NJIS yang menggunakan narkoba," tegas Thomas seusai melakukan dialog dengan Kapolsek Kelapa Gading Komisaris Polisi (Kompol) Arif Fazlurrahman bersama dengan orangtua murid NJIS di aula NJIS, Jakarta, Selasa (3/4).
Seperti diberitakan antara, Thomas mengungkapkan setiap tahun secara periodik manajemen sekolah selalu melaksanakan tes bebas narkoba kepada seluruh pegawai NJIS dan selama ini tidak ditemukan adanya penyalahgunaan obat-obatan terlarang di lingkungan NJIS.
Terkait penangkapan itu, lanjutnya, pihak sekolah langsung meminta pertanggungjawaban dan permintaan maaf dari perusahaan "outsourcing" tempat dimana kedua oknum itu bernaung.
"Hari ini perusahaan 'outsourcing' tersebut sudah menyampaikan permintaan maaf atas kasus ini kepada sekolah dan orangtua murid NJIS. Kami juga minta mereka (perusahaan outsourcing) untuk mengambil tindakan tegas dan memproses secara hukum dua oknum penjaga sekolah itu," ujarnya.
Untuk menuntaskan masalah ini, Thomas melanjutkan, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Kelapa Gading.
"Kami langsung bergerak cepat untuk memastikan bahwa kasus ini tidak terjadi di lingkungan sekolah. Kami juga membantu dan mengapresiasi langkah-langkah Polsek Kelapa Gading untuk menuntaskan masalah ini," lanjutnya.
Sementara itu, Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan polisi, dua oknum penjaga sekolah tersebut merupakan pemakai.
"Bersama pihak NJIS kami akan terus melakukan pengawasan secara kontinyu untuk menghindari kasus ini terulang. Hanya mereka berdua yang mengonsumsi narkoba tersebut dengan alasan stres dan untuk meningkatkan kepercayaan diri," ungkapnya.
Arif juga mengatakan berdasarkan pengakuan dari kedua oknum penjaga sekolah tersebut, tidak ada dari mereka yang mengedarkan barang haram kepada para siswa.
"Kami memastikan berdasarkan dari keterangan keduanya bahwa sampai sekarang mereka tidak pernah mencoba untuk menawarkan narkoba, baik kepada pihak karyawan sekolah maupun anak didik," ujar Kompol Arif.
Sebelumnya, Hariyanto ditangkap di di samping Hotel BnB di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (20/3) sekitar pukul 20.30 Wib. Keesokan harinya, Anjar dibekuk di jalan raya di depan sekolah NJIS.
Baca juga:
Masuk DPO sejak Februari, bandar sabu di Samarinda diringkus BNN
Awalnya coba-coba, budidaya ganja mengantar Mislan masuk penjara
Dalam 3 bulan, 367 tersangka narkoba ditangkap di Sumbar
Dinilai kooperatif, Tio Pakusadewo dipertimbangkan jadi duta antinarkotika
Iriana Jokowi: Kita harus semangat memberantas narkoba