LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ngotot mau bakar ban, demonstran Hari Buruh di Makassar diciduk polisi

Tiga demonstran yang berunjuk rasa memperingati May Day di Makassar, Selasa, (1/5), terpaksa diringkus polisi karena mereka hendak membakar ban bekas dan replika keranda.

2018-05-01 13:42:00
Demo Buruh
Advertisement

Tiga demonstran yang berunjuk rasa memperingati May Day di Makassar, Selasa, (1/5), terpaksa diringkus polisi karena mereka hendak membakar ban bekas dan replika keranda.

Sejak awal aksi, Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait yang memimpin pengamanan berkali-kali mengingatkan kepada pengunjuk rasa untuk tidak melakukan aksi bakar apapun.

Tak pelak, tiap buruh maupun mahasiswa yang bermaksud membakar ban bekas dan replika keranda bahkan dus bekas langsung direbut ratusan polisi yang bertugas.

Advertisement

"Silakan Anda berunjuk rasa, orasi, tapi jangan sekali-kali membakar-bakar," seru Hotman Sirait melalui alat pengeras suara dari mobil Pengurai Massa (Raisa) yang ada di bawah fly over yang menjadi titik aksi.

Aksi May Day di Makassar ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Advertisement

Tak Pelak, saat pengunjuk rasa dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) hendak membakar dan mendebat polisi protes ban bekasnya direbut, tanpa tedeng aling-aling langsung dibekuk dan dievakuasi ke pos polisi, dipisahkan dari kelompok mereka.

Hingga siang ini, di bawah fly over Makassar, masih ada sekitar 300 orang bertahan dengan unjuk rasanya. Satu jam lalu, secara bergelombang pengunjuk rasa tinggalkan fly over.

Aksi May Day di Makassar ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Selain buruh dan aktivis PRD, mahasiswa juga turun aksi. Mereka tergabung dalam Solidaritas Pemuda Mahasiswa dan Buruh Terigu (Semut). Mereka menyerukan tuntutan melalui orasi dan selebaran yang mereka edarkan.

Mereka menuntut pemerintah untuk mencabut PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan, cabut perpres No 20 tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing, hapuskan outsourcing, stop pelarangan berserikat dalam pabrik.

Baca juga:
Tolak tenaga kerja asing jadi tuntutan para buruh di Malang saat May Day
Fadli Zon & Amien Rais ikut temui para buruh di depan DPR
Peringatan May Day, buruh Aceh doakan korban tambang minyak di Aceh Timur
Di depan kawat berduri, ribuan buruh padati kawasan Monas
Bergeser ke Istana Negara, buruh bentangkan spanduk 'Kami Pastikan Tak Pilih Jokowi'

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.