New Normal, Seluruh Hotel di Sumut Diharapkan Buka Juni
Peningkatan tingkat hunian ini terjadi pada tiga hotel bintang lima yang tetap beroperasi di Medan.
Rencana pemerintah untuk menerapkan new normal atau tatanan normal baru disambut baik industri perhotelan. Hotel yang belakangan ini tutup pelan-pelan akan beroperasi kembali. Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BP PHRI) Sumut berharap bulan depan semua hotel sudah beroperasi kembali.
"Kita berharap teman teman hotel di Sumatera Utara sepakat mau buka bulan Juni dengan new normal dengan protokol kesehatan yang ditentukan. Kita berharap dengan adanya pelonggaran dan orang dapat melakukan perjalanan dinas, jadi hotel mulai bangkit, berharap bisa meeting di hotel tetap ada pembatasan," kata Ketua BPD PHRI Sumut Denny S Wardhana, Kamis (28/5).
Dia mengakui kondisi perhotelan di Sumut belum normal. Tingkat hunian hotel masih rendah dan rata-rata di bawah 10 persen. Peningkatan hunian terjadi pada Lebaran 2020. Tamu hotel umumnya warga Kota Medan yang merasa bosan di rumah dan ingin suasana baru.
Peningkatan tingkat hunian ini terjadi pada tiga hotel bintang lima yang tetap beroperasi di Medan. Cambridge Hotel di Jalan Letjen S Parman misalnya yang mengalami peningkatan tingkat hunian dari 10 hingga 15 persen. Setiap hari 40 hingga 50 kamar dipesan tamu sejak hari pertama Idulfitri hingga H+4, Kamis (28/5).
"Untuk tingkat hunian hotel kami sendiri sebelum Idulfitri sebenarnya selama bulan Ramadan sangat rendah, tetapi Alhamdulillah setelah Idulfitri ada peningkatan sekitar 10-15 persen. Kita berharap dengan adanya kebijakan dan keputusan pemerintah dengan membuka kran kran bisnis yang kita sebut new normal, bisnis hotel ini bisa bertahan dan bertumbuh," ucap Rizal.
Hotel Garuda Plaza, Jalan Sisingamangaraja, yang sempat tutup dan baru buka dua pekan sebelum Lebaran juga mengalami hal yang sama. Tingkat hunian hotel ini naik mencapai sepuluh persen. Para tamu mengaku menginap di hotel sebagai pilihan liburan di dalam kota, karena tidak bisa ke mana-mana saat pandemi Covid-19.
"Karena memang ke mana-mana juga enggak bisa kan, kita pilih liburan dalam kota, yang mungkin sama budgetnya. Pilih di kota lebih simpel, lebih dekat, lebih efisien waktunya. Ya jelas berbeda di sini kita cari kenyamanannya, anak-anak juga senang fasilitas di sini. Harapannya lebih ke suasana kembali seperti dulu," kata Aris Andika, tamu hotel.
Sebelumnya, PHRI mencatat dari 35 dari 200 anggotanya di Sumut menutup operasinya karena pandemi Covid-19. Sekitar 5.000 pekerja di sektor ini pun terdampak.
Baca juga:
Pengusaha dan Hotel di Solo Antusias Sambut New Normal
Biznet dan Jaringan Hotel Ayana Donasikan Ribuan APD ke Rumah Sakit di Bali
Hotel di Yogyakarta akan Disemprot Disinfektan Massal Sebelum Dibuka Bulan Juni
PHRI Ingatkan Hotel Tempat Karantina Agar Terapkan Protokol Kesehatan
Nestapa Hotel di Solo, Merugi Miliaran Rupiah Akibat Pandemi Corona
Rugi Miliaran Rupiah, Pengusaha Hotel di Jateng Tak Mampu Bayar THR Karyawan