Nelayan di Bengkulu Selatan tewas usai perahu diterjang ombak
Nelayan di Bengkulu Selatan tewas usai perahu diterjang ombak. Nasib nahas dialami Nasran. Dia tenggelam tak bisa menyelamatkan diri. Sementara dua kawannya selamat.
Nasran (41), seorang nelayan di Pantai Pasar Bawah, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, tewas tenggelam saat pergi melaut pada Sabtu (28/7) pagi. Saat itu, perahu dia tumpangi bersama dua rekannya yaitu Een (35) dan Budi (30) mengalami kerusakan mesin, lalu terhempas dihantam ombak.
Perahu korban baru saja berada satu kilometer dari muara Sungai Manna, tiba-tiba mesin perahu mati mesin. Saat perahu dalam kondisi tak bertenaga tersebut, ombak besar datang menerjang dan penumpang di atasnya tercebur.
Nasib nahas dialami Nasran. Dia tenggelam tak bisa menyelamatkan diri. Sementara dua kawannya selamat.
Kapal yang mereka tumpangi itu akhirnya terdorong kembali ke daratan, lalu disambut warga. "Nasran sempat hilang tergulung ombak. Tiga jam setelahnya, dia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara dua nelayan lainnya dalam keadaan selamat," kata Plt Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi.
Jenazah korban sudah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan.
Menurutnya, gelombang laut memang sedang tinggi karena ada peningkatan kecepatan angin dalam beberapa hari terakhir. Dia juga mengimbau para nelayan tidak mengambil risiko melaut saat gelombang tinggi.
"Kondisi laut dan gelombang sedang tidak bersahabat, olehnya kita harus tetap hati-hati sambil menunggu cuaca normal," ujarnya, seperti diberitan Antara.
Baca juga:
Senja kala nelayan Yunani
Tak bisa melaut karena cuaca buruk, nelayan tetap dapat penghasilan lewat program ini
Pembangunan jembatan pulau reklamasi Dadap bikin susah nelayan Tangerang
Ikan Arapaima tidak boleh dilepasliarkan di sungai-sungai Indonesia
Menteri Susi luncurkan perahu bambu buatan anak bangsa, pertama di dunia
Tiga nelayan hilang di perairan Uluwatu
Ini hasil investigasi Menteri Susi terkait kebakaran kapal di Pelabuhan Benoa