NasDem tegaskan tolak paham radikalisme
Banyaknya isu dan paham radikalisme di Indonesia, dia mengungkapkan, Partai NasDem juga telah jelas berada pada posisi untuk tegas menolak itu semua. Pasalnya, paham radikalisme yang bertentangan dengan semangat kebangsaan, Pancasila dan konstitusi.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Garda Pemuda NasDem (DPP GPND) Prananda Surya Paloh menegaskan, Partai NasDem memegang teguh politik identitas kebangsaan. Dia menegaskan, NasDem harus mampu menjadi partai modern yang mampu merangkul seluruh element bangsa.
"NasDem adalah partai yang nasionalis, religius dan demokratis. Sebab di dalamnya ada akademisi, pengusaha, tekhnokrat dan lainnya. Artinya NasDem tidak hanya milik golongan tertentu, karena Partai NasDem mampu berdiri di semua element," katanya, Kamis (7/12).
Banyaknya isu dan paham radikalisme di Indonesia, dia mengungkapkan, Partai NasDem juga telah jelas berada pada posisi untuk tegas menolak itu semua. Pasalnya, paham radikalisme yang bertentangan dengan semangat kebangsaan, Pancasila dan konstitusi.
Selain itu, Prananda juga menyinggung mengenai Pilkada NTB 2018 mendatang. Dia memberikan instruksi kepada seluruh jajaran pimpinan partai di tingkat provinsi, kabupaten, sampai tingkat ranting untuk terus bekerja memenangkan Suhaili Amin.
"Partai NasDem memiliki target untuk bisa masuk menjadi partai pemenang, dengan target 3 besar pada Pileg dan Pilpres 2019. NTB memiliki DPT hampir 4 juta artinya, kalau suara sah itu 75 persen, maka Partai NasDem minimal harus mendapatkan 800 ribu suara untuk mencapai 3 besar itu," tegasnya.
Untuk bisa mencapai target tersebut, Prananda mengungkapkan, maka diperlukan solidaritas dan kekompakan. Sinergisitas antara partai dan sayap sayap partai harus terus dipelihara.
Baca juga:
NasDem sebut hasil konvensi belum tentu otomatis dampingi Ridwan Kamil
Sambangi Muhammadiyah, NasDem singgung pencalonan Jokowi di 2019
Politisi NasDem sebut pendamping Jokowi sebisa mungkin militer dan orang Jawa
NasDem mau wakil Ridwan Kamil dipilih lewat konvensi, tim sudah dibentuk
PPP nilai Khofifah tak perlu mundur dari menteri meski maju Pilgub Jatim