LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Nama koalisi Jokowi dan Prabowo harus selaras dengan visi misi

Bakal Capres dan Cawapres Joko Widodo dan KH Ma'aruf Amin sudah memiliki nama koalisi resmi, yakni Koalisi Indonesia Kerja dengan tagline bersih, kerja nyata, merakyat. Sementara Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berbeda dengan menamakan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

2018-09-20 14:06:47
Pilpres 2019
Advertisement

Bakal Capres dan Cawapres Joko Widodo dan KH Ma'aruf Amin sudah memiliki nama koalisi resmi, yakni Koalisi Indonesia Kerja dengan tagline bersih, kerja nyata, merakyat. Sementara Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berbeda dengan menamakan Koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

Direktur Eksekutif Voxpol Center and Research Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyebut dipilihnya dua nama itu supaya mudah diterima rakyat. Kedua pihak juga akan berlomba membingkai karakter kandidat Capres yang akan dibawa lewat nama tersebut.

"Pak Jokowi namanya koalisi Indonesia Kerja, taglinenya bersih, kerja nyata, satu lagi merakyat. Itu kan brand ya, yang akan di frame ke masyarakat. Di kubu Pak Prabowo namanya adil dan makmur. Nama nama ini kan nama sengaja populis, karena bagi masyarakat awam pun paham gak terlalu rumit, sederhana tapi melekat di masyarakat," katanya saat dihubungi, Kamis (20/9).

Advertisement

Analis politik UIN ini menuturkan, nama koalisi tak terlalu penting dipersoalkan. Sebab, ini adalah hal lumrah untuk menyakini masyarakat. Asal nama tersebut selaras dengan visi misi yang dijual kepada rakyat.

"Jadi saya kira namanya tak perlu disubtansikan betul, karena soal nama ini adalah sebagai cara untuk meyakinkan, menggunakan bahasa bahasa sederhana yang bisa dipahami dimengerti oleh masyarakat bawah," ucap Pangi.

"Oleh masyarakat yang tidak membaca sekalipun itu bisa paham dengan nama singkat, padat, jelas. Namanya aja adil makmur, pasti tujuan visi misinya kan ke situ. Jadi kita sambut dengan baik dua nama ini bagus," tandasnya.

Advertisement

Baca juga:
Kubu Jokowi soal AHY jadi Dewan Pembina: Kenapa enggak dijadikan Ketua Timses?
Kubu Jokowi tegaskan kepala daerah boleh masuk tim kampanye & tak langgar aturan
Struktur timses daerah Jokowi-Ma'ruf di 34 Provinsi sudah terbentuk
Raja Juli pertanyakan pilihan politik Dahnil Anzar gabung timses Prabowo
Pengambilan nomor urut, KPU batasi jumlah massa pendukung capres cawapres
Nama koalisi Indonesia Adil Makmur dinilai sebagai antitesis pemerintah

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.