Nama dicatut dalam kupon kurban, ketua DPRD Riau lapor polisi
Ketua DPRD Provinsi Riau, Septina Primawati Rusli melaporkan seorang pria berinisial KB lantaran diduga mencatut namanya dalam panitia kurban di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dalam laporannya ke Polres Inhil, istri mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal ini merasa nama baiknya dicemarkan.
Ketua DPRD Provinsi Riau, Septina Primawati Rusli melaporkan seorang pria berinisial KB lantaran diduga mencatut namanya dalam panitia kurban di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dalam laporannya ke Polres Inhil, istri mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal ini merasa nama baiknya dicemarkan.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung mengatakan, laporan polisi itu disampaikan Septina melalui kuasa hukumnya, Gusti Randa.
"Iya benar, pengacara korban (Septina) melaporkan adanya dugaan pencatutan nama dalam sejumlah kegiatan," ujar Dolifar kepada merdeka.com, Minggu (3/9).
Dalam laporan tersebut, pencantuman nama korban pada baju dan stempel panitia HUT RI di Desa Simpang. Kegiatan itu antara lain pertandingan futsal di Desa Concong Dalam.
"Selain dari kegiatan di atas, ada dugaan akan dilakukan penyebaran kupon pembagian hewan kurban yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang tertentu," ucap Dolifar.
Dalam semua kegiatan di atas, korban mengaku tak pernah menyuruh atau memerintahkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut. Kepada polisi, pengacara Septina mengaku bahwa yang menyuruh melakukan kegiatan atau mencatut nama Septina adalah KB.
"Laporan kasus ini masih kita dalami. Beberapa barang bukti seperti baju, kupon pengambilan daging kurban dan kuitansi sudah diamankan. Sejumlah saksi juga sudah diperiksa," pungkasnya.
Baca juga:
Beda sikap pimpinan KPK soal perseteruan Aris Budiman vs Novel Baswedan
Bareskrim tetapkan Rusdianto Sumawa tersangka kasus penghina Menteri Susi
Bawa paspor, Tata buktikan pernah ke Singapura sama wali kota Kendari
Wali Kota Kendari Adriatma: Saya tak pernah janji menikahi Tata
Wali Kota terpilih Kendari diperiksa Polda Metro terkait kasus penghinaan model
Rekaman suara jadi 'peluru' model seksi buat wali kota Kendari
Dipolisikan, Wali Kota terpilih Kendari ngaku kenal Tata Juni 2017