Museum Sains dan Teknologi Solo Segera Diresmikan, Bakal Pamerkan Fosil T-Rex 20 Meter dari China
Pembangunan museum sains tersebut didanai hibah Tahir Foundation senilai Rp400-600 miliar.
Founder and Chairman Mayapada Group, Dato' Sri Tahir membawa kabar baik untuk masyarakat Kota Solo dan Indonesia. Dia menceritakan progres pembangunan Museum Sains and Teknologi di kawasan Kentingan, Jebres, Solo.
Hal itu dikatakan Sri Tahir usai mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Kamis (11/12).
Bos Mayapada yang mengaku sebagai orang Solo itu mengatakan jika museum dibangun era Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka telah memasuki tahap akhir pembangunannya. Menurut rencana, akan diresmikan pada bulan Maret 2026.
Isi Pertemuan dengan Jokowi
Ditemui usai bertemu dengan Jokowi, Tahir enggan menjelaskan pertemuan dengan mantan Wali Kota Surakarta tersebut. Ditanya soal proses pembangunan Museum Sains dan Teknologi di Kota Solo, Tahir mengatakan jika pembagunan sudah menunjukan proses signifikan. Dia berencana akan meresmikan museum tersebut pada bulan Maret 2026 mendatang.
“Sudah bagus, tadi kita dari sana. Jadi barang sudah masuk semua. Kalau Tuhan mengizinkan bulan tiga peresmian, bagus-bagus,” ujar Tahir saat ditemui di kediaman Jokowi, Kamis (11/12).
Dikatakan Tahir, untuk menarik pengunjung saat pembukaan nanti, pihaknya akan menghadirkan koleksi istimewa berupa fosil asli Tyrannosaurus (T-rex). Fosil raksasa ini memiliki panjang mencapai 20 meter.
"Kita kedatangan fosil asli Tyrannosaurus sepanjang 20 meter. Itu China meminjamkan kita selama 6 bulan," kata Tahir.
Menurut Tahir, fosil tersebut akan dipamerkan untuk jangka waktu 6 bulan. Kehadiran fosil T-rex asli ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat luas, khususnya pelajar dan pegiat sains, untuk mengunjungi museum.
“6 bulan China kasih pinjam kita, 6 bulan,” tandas dia.
Dana Pembangunan Museum Sains Solo
Untuk diketahui, pembangunan Museum Sains and Teknologi menjadi satu dari 17 program prioritas pada saat era Wali Kota Gibran Rakabuming Raka. Pembangunan museum tersebut didanai hibah Tahir Foundation senilai Rp400-600 miliar.
Museum tersebut dibangun di lahan Perusahaan Umum Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan milik Pemkot Solo, dan menempati luas 60.000 meter. Museum ini diharapkan menjadi yang terbesar di Jawa Tengah.
Museum yang dibangun megah di dekat Kampus UNS dan ISI Surakarta tersebut terdiri dari Museum Budaya, Museum Ilmu Pengetahuan Alam, Museum Ilmu Pengetahuan Dasar, dan Museum Astronomi dan Antariksa.
Museum ini bisa dijadikan pusat riset, perkuliahan, dan diskusi ilmiah untuk publik. Selain itu, museum tersebut juga dilengkapi permaculture, taman hutan, taman bunga, serta ruang piknik berupa hamparan rumput yang dilengkapi permainan museum.