LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Muntah Darah, Penumpang Wings Air Meninggal Dunia di Bandara El Tari Kupang

Gabriel Lusi Keraf, usai muntah darah korban langsung lemas. Petugas bandara bergerak cepat membawa korban ke Klinik Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara El Tari Kupang, untuk mendapat pertolongan.

2020-01-15 17:41:25
Penemuan mayat
Advertisement

Seorang penumpang pesawat Wings Air tujuan Kupang-Larantuka, dengan nomor penerbangan IW1929 atas nama Yohanes Ola Mukin (47), meninggal dunia 30 menit sebelum chek in, Rabu (15/1) siang.

Warga perumahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur itu meninggal dunia, di dalam ruang tunggu bandara El Tari Kupang.

Pesawat Wings Air sesuai jadwal terbang ke bandara Gewayantana Larantuka, pada pukul 15.00 Wita. Pukul 13.55 Wita, korban tiba-tiba mengalami muntah darah.

Advertisement

Gabriel Lusi Keraf, usai muntah darah korban langsung lemas. Petugas bandara bergerak cepat membawa korban ke Klinik Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara El Tari Kupang, untuk mendapat pertolongan.

Setelah menjalani pemeriksaan, Fany Djubida, dokter pada Klinik KKP memastikan korban telah meninggal dunia. Jenazah korban pun langsung dibawa ke ruang pemulasaran jenazah rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

"Kami langsung laporkan ke pihak bandara maupun maskapai Wings Air. Korban seorang diri dan tidak ada identitas. Hanya ada tiket yang baru dibeli di bandara atas nama korban," ujar Gabriel.

Advertisement

Korban rupanya dikenali beberapa petugas bandara karena sebelumnya korban aktif mengelola travel miliknya. Di dalam tas korban, ditemukan minyak gosok varas dan tissu penuh darah. Diduga korban menyembunyikan muntahan darah dalam tisu, lalu disimpan dalam tas.

Sementara Darius Beda Daton, kerabat korban saat ditemui di ruang jenazah rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang mengaku, korban memiliki riwayat sakit gula darah. Keluarga pun menolak dilakukan otopsi.

"Korban memang punya riwayat sakit gula darah dan mungkin kambuh pada saat diruang tunggu. Kita terima kematian korban dan tidak perlu otopsi," ujar Darius.

Ia berterima kasih kepada pihak bandara El Tari Penfui Kupang dan maskapai Wings Air, maupun KKP Bandara yang membantu korban hingga dibawa ke ruang jenazah rumah sakit bhayangkara Titus Uly Kupang.

Penolakan otopsi ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manase Jaha. Menurut dia, sesuai pemeriksaan luar oleh tim dokter, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Kita sudah arahkan keluarga korban untuk ke Polres menandatangani berita acara penolakan otopsi," kata Hasri.

Baca juga:
Kerangka Utuh Manusia Ditemukan di Rumah Tak Berpenghuni di Bandung
Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Penemuan Kerangka Manusia di Septic Tank
Korban Banjir Bandang di Jasinga Ditemukan Tewas Terkubur Pasir
Sesosok Mayat Ditemukan di Hutan Kemayoran
Ingin Ambil Mesin Air, Suradi Tewas Diduga Tersetrum
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kepulauan Seribu

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.