LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

MUI Jabar: Gerakan ganti presiden dominan unsur provokasi dan inkonstitusional

Namun pernyataan berbeda dilontarkan Sekretaris MUI Jabar Rafani, saat disinggung mengenai gerakan dengan tagar Jokowi dua periode. Menurutnya, Jokowi masih punya hak untuk kembali memimpin Indonesia di periode selanjutnya.

2018-08-01 17:06:28
MUI
Advertisement

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar menilai gerakan #2019GantiPresiden lebih dominan unsur provokasi, dan mengarah kepada aksi inkonstitusional dibandingkan dengan kegiatan yang menjunjung tinggi demokrasi.

Desakan mengganti presiden sekarang dapat dinilai melanggar hak konstitusional presiden, yang saat ini mempunyai hak untuk dipilih kembali.

Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Jabar, Rafani Akhyar saat ditemui di Kantor MUI Jabar, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (1/8).

Advertisement

Menurutnya, gerakan tersebut seharusnya menyuarakan ajakan untuk berkompetisi secara sehat siapapun calonnya di Pilpres 2019, sesuai dengan aturan yang ada dan mengangkat hal-hal positif yang ditawarkan kepada rakyat Indonesia.

"(Gerakan) ganti presiden dinilai lebih dominan unsur provokasi, dan mengarah kepada aksi inkonstitusional dibandingkan dengan kegiatan yang menjunjung tinggi demokrasi. Bukan kami menghalangi menolak hak demokrasi, silakan saja. Tapi paling penting jangan mengarah tindakan inkonstitusional," katanya.

"Apalagi, untuk soal Pilpres nanti 2019, masa kampnye juga belum. Saat nanti waktunya silakan berpesta," lanjutnya.

Advertisement

Pernyataan berbeda dia lontarkan saat disinggung mengenai gerakan dengan tagar Jokowi dua periode. Menurutnya, Jokowi masih punya hak untuk kembali memimpin Indonesia di periode selanjutnya.

Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikan ini bukan berarti mendukung salah satu pihak. Namun, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menahan diri hingga ajang pemilihan presiden berlangsung.

"Ganti Presiden kan tidak jelas nanti atau sekarang. Itu membatasi hak (Jokowi). Bukan berarti kita dukung Jokowi. Yang tidak diinginkan itu gangguan kondusifitas," tegasnya.

Pernyataan Rafani mengenai kondusifitas didasarkan pada deklarasi ganti presiden di Batam, Minggu (29/7) lalu yang sempat memanas. Massa yang kontra dengan gerakan tersebut menolak acara terselenggara. Akhirnya, acara yang rencananya menghadirkan Neno Warisman dibatalkan.

Baca juga:
Berkunjung ke rumah Neno Warisman, Prabowo takut berat badan naik
Temui Neno Warisman, Prabowo tegaskan 'Kita ini negara bebas'
Prabowo puji Neno Warisman: Emak-emak mentalnya lebih dari Kopassus!
'Syahwat berkuasa jangan sampai mengakibatkan gesekan sosial'
Demo di depan Unismuh Makassar, mahasiswa serukan ganti presiden

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.