Motor vs Truk Koperasi Desa Merah Putih, Satu Pelajar Meninggal Dunia
Kecelakaan ini mengakibatkan seorang pelajar asal Surabaya meninggal dunia. Sedangkan satu orang lainya mengalami luka-luka.
Kecelakaan maut melibatkan sepeda motor Honda BeAt dan sebuah truk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terjadi di Jalan Raya Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (16/5). Kecelakaan ini mengakibatkan seorang pelajar asal Surabaya meninggal dunia. Sedangkan satu orang lainya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia diketahui berinisial FA (17), warga Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Saat kejadian, FA tengah mengendarai sepeda motor Honda BeAt bernomor polisi L 3037 BBA dengan membonceng rekannya, A (17), yang juga berasal dari daerah yang sama. Kedua remaja tersebut sedang dalam perjalanan pulang ke Surabaya setelah menghabiskan waktu mendaki di Puncak Lorokan, Pacet.
Kronologi
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Beni Hermawan mengatakan, kecelakaan itu berawal ketika sepeda motor dikendarai FA melaju dari arah selatan ke utara (dari arah Pacet menuju Surabaya). Namun, sesampainya di Jalan Raya Desa Awang-awang, konsentrasi pengendara diduga menurun drastis akibat kelelahan.
"Pengendara sepeda motor diduga mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kanan dan menabrak truk yang melaju dari arah berlawanan,” ujar Beni saat dikonfirmasi.
Dari arah berlawanan, melaju Truk KDMP bernopol B 9913 XLZ dikemudikan oleh Y (42), warga Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan adu banteng antara motor dan truk tersebut tidak dapat terhindarkan.
Akibat benturan keras tersebut, FA mengalami luka berat. Petugas yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari. Namun, nyawa korban tidak tertolong.
“Pengendara sepeda motor (FA) mengalami luka berat, dinyatakan meninggal dunia. PenumpangnyaSelamat, mengalami luka pada bagian kaki kanan, dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif,” kata Beni.
Kepolisian telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat, memeriksa saksi-saksi, serta mengajukan visum untuk korban luka maupun jenazah.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan ini murni disebabkan oleh faktor kelalaian manusia (human error).
“Penyebab kecelakaan akibat kelalaian atau kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor dan kehilangan konsentrasi karena mengantuk,” kata Beni.