Momen Damkar Solo Bantu Pemakaman Wanita Berbobot 200 Kilogram
Rusminingsih yang memiliki berat badan sekitar 200 kilogram meninggal pada Minggu (4/1), setelah menderita sakit.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo, Jawa Tengah, membantu proses pemakaman seorang wanita bernama Rusminingsih (43), warga Makam Bergola, Kelurahan/Kecamatan Serengan.
Rusminingsih yang memiliki berat badan sekitar 200 kilogram meninggal pada Minggu (4/1), setelah menderita sakit.
Jenazahnya baru dimakamkan hari ini pukul 13.00 WIB, di TPU Daksinoloyo, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo yang berjarak sekitar 5 kilometer dari rumah duka.
Selain petugas Damkar, prosesi pemakaman juga dibantu sejumlah petugas Linmas Kelurahan Serengan, ketabat dan tetangga almarhumah.
Sedikitnya ada 8 petugas Linmas yang membantu menurunkan jenazah dari mobil ambulana menuju pemakaman. Mereka harus melewati jembatan kecil karena jarak antara jalan utama menuju makam terhalang aliran air selebar sekitar 2 meter.
Selain sejumlah personel Linmas dan Damkar, proses pemakaman juga harus dibantu dengan sejumlah peralatan khusus. Damkar Solo menerjunkan sebanyak 12 personel agar pemakaman dapat berjalan lancar.
Komandan Regu Penyelamatan Charlie Damkar Solo, Matias Andri mengatakan, karena jenazah tidak memungkinkan dimasukkan ke dalam peti, maka penurunan ke liang harus dilakukan dengan sistem lowring menggunakan basket atau tandu, tripod dan tali.
"Hari ini kami melibatkan 12 personel penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Surakarta dengan menggunakan sistem lowering penurunan. Kami memakai basket karena jenazah tidak memungkinkan dimasukkan ke dalam peti.
Mengingat ukuran dan berat badan kurang lebih 200 kilogram,” jelas Matias.
Sempat Alami Kendala Teknis
Dikatakan Matias, pihaknya sempat mengalami kendala teknis akibat keterbatasan ruang di area pemakaman.
Namun, secara keseluruhan, proses evakuasi dari rumah duka hingga ke lokasi pemakaman dapat dijangkau dan ditangani dengan baik. Selain itu kondisi basah usai diguyur hujan membuat tanah licin.
"Kendalanya cuma lokasi, jarak liang lahat cukup jauh dari jalur utama TPU. Tetapi beruntung proses dari rumah duka hingga pemakaman berjalan lancar dan dapat teratasi oleh tim kami. Berkat koordinasi yang baik, seluruh tahapan pemakaman dapat diselesaikan tanpa hambatan berarti," ungkapnya.
Dikatakan Matias, permintaan bantuan pemakaman warga dengan bobot tubuh di atas rata-rata ini bukan yang pertama kali ditangani pihaknya. Menurutnya, ini merupakan kali kedua Damkar Solo membantu proses pemakaman dengan kondisi serupa.
"Sudah dua kali ini. Yang pertama di Kelurahan Banyuanyar, beratnya lebih dari 200 kilogram," ungkapnya.
Matias menambahkan, untuk kejadian kedua ini, sistem yang digunakan sama, yakni penurunan jenazah dengan metode vertical rescue. Peralatan yang digunakan antara lain tripod, webbing, serta satu set peralatan vertical rescue.
Pihak Keluarga Minta Bantuan
Dikatakan Matias, bantuan pemakaman tersebut setelah adanya permintaan dari pihak keluarga almarhum yang datang ke Pos Jaga Damkar pada Minggu kemarin.
"Jadi memang ada permintaan dari keluarga yang datang ke pos kami. Akhirnya kami tindak lanjuti. Tadi kami langsung ke rumah duka dan mengecek lokasi pemakaman," katanya.
Usai dilakukan pengecekan oleh tim, pihaknya mempersiapkan strategi dan peralatan yang dibutuhkan untuk memastikan proses pemakaman berjalan lancar.
"Dalam pemakaman ini, kami melibatkan 12 personel penyelamatan Dinas Kebakaran Kota Surakarta. Kami menggunakan sistem lowering penurunan," pungkasnya.