Moeldoko ke Anak Usia 6–11 Tahun: Ayo Vaksin Biar Bisa Sekolah Tatap Muka
Dalam kesempatan itu, dia juga memastikan vaksin untuk anak aman.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko turun ke lapangan untuk memantau langsung percepatan vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun. Bersama tim Kantor Staf Presiden Kedeputian II, Moeldoko meninjau vaksinasi anak di SDN Jatiasih IV kota Bekasi Jawa Barat, Kamis (17/3).
Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan pemerintah terus mendorong program vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun. Cara itu dilakukan agar kegiatan belajar mengajar yang sempat terdampak pandemi Covid-19 segera pulih.
Menurut Moeldoko, sejauh ini pembelajaran secara daring yang dilakukan di masa pandemi belum bisa sepenuhnya menggantikan kualitas pembelajaran tatap muka (PTM).
Jika kondisi ini berlarut-larut, kata dia, dikhawatirkan akan mengancam kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Untuk itu Presiden Joko Widodo memiliki program vaksinasi anak. Targetnya mencapai 26,5 juta anak," katanya.
Dia menuturkan jika seluruh siswa sudah divaksin sekolah bisa kembali menggelar PTM. Pendidikan berjalan optimal dan bisa menciptakan generasi yang sejahtera, cerdas, maju, dan kompetitif dengan bangsa maju lainnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga memastikan vaksin untuk anak aman. Dia minta para orang tua tidak perlu ragu dan khawatir untuk mendorong putra-putrinya disuntik vaksin. Terlebih pelaksanaan vaksin dilakukan dengan penuh keceriaan, yakni menghadirkan aneka permainan dan menyajikan beragam jajanan.
"Saya mengapresiasi pelaksanaan vaksin di sini (SDN Jatiasih IV). Anak-anak terlihat tidak takut, bahkan merasa senang dan antusias mengikuti vaksin. Apalagi banyak permainan dan jajanan yang disediakan," pungkasnya.
Untuk diketahui pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun di SDN Jatiasih IV kota Bekasi Jawa Barat diikuti puluhan siswa. Sebelum disuntik vaksin, para siswa terlebih dulu diajak senam dan bermain aneka game. Bahkan, Kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko juga sempat bergabung dengan para siswa laki-laki bermain bola.
“Ayo vaksin dulu, biar kuat dan sehat. Biar nanti bisa segera sekolah tatap muka,” ajak Moeldoko.
Baca juga:
Gelar Vaksinasi, BIN Sulut Harap Segera Terbentuk Herd Immunity
Vaksin Covid-19 untuk Balita, BPOM Tunggu Data Uji Klinik
Pemerintah Pastikan Mutu dan Kelayakan Stok Vaksin Sesuai Standar Internasional
Update Per 16 Maret 2022: Vaksinasi Dosis Lengkap Capai 152,405 Juta Orang
Komisi IX Ungkap Alasan BPOM Perpanjang Masa Kedaluwarsa Vaksin Covid-19
Nggak Perlu Panik Hadapi Efek Samping Vaksin Booster, Begini Cara Mengatasinya