LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Modus penyerangan tokoh agama seragam, diduga kuat hasil skenario

Modus yang dimaksud, pertama faktor kegilaan yang tiba-tiba dimunculkan saat pelaku tertangkap. Kedua, pelaku selalu menggunakan senjata tajam. Ketiga, sasarannya selalu tokoh agama.

2018-03-01 15:16:03
Penyerangan Tokoh Agama
Advertisement

Mantan napi kasus terorisme Abu Tholut alias Musthofa melihat kejadian penyerangan terhadap para tokoh agama belakangan ini didesain pihak tertentu. Ini sangat jelas karena modus dan sasaran yang dituju sama.

"Tetapi, kalau melihat gejalanya, kok kayaknya itu bukan suatu kebetulan. Kan modusnya sangat mirip," ujar Abu Tholut di Kantor Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Kamis (1/3).

Modus yang dimaksud, pertama faktor kegilaan yang tiba-tiba dimunculkan saat pelaku tertangkap. Kedua, pelaku selalu menggunakan senjata tajam. Ketiga, sasarannya selalu tokoh agama.

Advertisement

"Teror di sana begitu, di sini begitu."

Dengan gambaran itu, diduga kuat ada unsur kesengajaan dan skenario. Melihat polanya, dia menduga teror terhadap para ulama telah mengarah pada by desain.

"Bagi saya, kasus-kasus orang gila yang meneror tokoh agama dan gereja harus diusut oleh aparat kepolisian. Harus diungkap cepat pelakunya, motivasinya," kata eks Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah (JI) kawasan Aceh dan Sumatera Utara ini.

Advertisement

Abu Tholut alias Musthofa ©2018 Merdeka.com

Jika pelaku terbukti melakukan tindak pidana, dia secara tegas meminta polisi memproses secara hukum. Sebab, kalau tindakan polisi lamban, tidak menutup kemungkinan muncul ketidakpercayaan masyarakat pada aparat penegak hukum. Dia khawatir masyarakat mengambil tindakan sendiri.

"Bisa lebih sadis dampaknya," ucapnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mencatat, penyerangan terhadap pemuka agama sudah terjadi 21 kali. Penyerangan itu terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dari kurun waktu Desember 2017 hingga Februari 2018.

Baca juga:
Marbut Masjid gunting baju dan peci sendiri biar disangka dianiaya
Sebar kabar hoax mengaku dianiaya, marbut di Garut jadi tersangka
Motif marbut di Garut berbohong dianiaya karena butuh uang
'Negara tak boleh diam terhadap upaya memecah belah keutuhan NKRI'
Marbot Masjid di Garut berbohong dianiaya, motif ingin diperhatikan
Ketua MUI ragukan pelaku penyerangan ulama orang gila

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.