Modus Pakai Seragam Sekolah, Pelaku Curanmor di Medan Ditembak Polisi
Kedua tersangka masing-masing berinisial Andre Afandi Lubis (21) dan Agus Irfansyah (40), yang ditangkap di lokasi berbeda di Kota Medan.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan berhasil menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang kerap beraksi di sejumlah wilayah Kota Medan.
Dalam proses pengembangan kasus, salah satu pelaku terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat hendak diamankan. Kedua tersangka masing-masing berinisial Andre Afandi Lubis (21) dan Agus Irfansyah (40), yang ditangkap di lokasi berbeda di Kota Medan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Adrian Riski Lubis, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan pencurian sepeda motor di Jalan Bilal Ujung, Kecamatan Medan Timur, pada Kamis (30/4).
"Tim mendapat informasi keberadaan pelaku di Jalan Denai. Sekira pukul 02.30 WIB, tersangka Andre berhasil ditangkap," ujar Adrian, Selasa (5/5).
Hasil Pemeriksaan
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku menjual sepeda motor hasil curian kepada seorang penadah berinisial Ocol di kawasan Tambak Rejo, Kecamatan Medan Amplas.
Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap penadah tersebut di Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Dalam penangkapan itu, petugas menyita enam unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.
Adrian menjelaskan pelaku menggunakan modus menyamar sebagai pelajar untuk menghindari kecurigaan warga.
"Pelaku beraksi dengan mengenakan pakaian sekolah agar tidak dicurigai masyarakat," kata Adrian.
Sejumlah Kasus
Sementara, tersangka Andre telah terlibat dalam sejumlah kasus serupa dan saat ini dikaitkan dengan lima laporan polisi. Saat dilakukan pengembangan, tersangka Andre melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur.
"Tersangka mencoba melawan, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kakinya," ungkap Adrian.
Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti telah ditahan di Polrestabes Medan. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan curanmor lainnya.