Mitigasi Perubahan Iklim, Ribuan Mangrove Ditanam di Karawang
Keadilan iklim tidak hanya berkaitan dengan upaya pengurangan emisi, tetapi juga memastikan masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus ketahanan masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasi.
Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan dan Lingkungan (K3KL) PLN EPI, Muhammad Aminuddin, mengatakan keadilan iklim tidak hanya berkaitan dengan upaya pengurangan emisi, tetapi juga memastikan masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim memperoleh perlindungan dan manfaat dari berbagai program lingkungan.
"Kami terus mendorong berbagai inisiatif dekarbonisasi dan solusi berbasis alam sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan," sebutnya dikutip dari Antara, Rabu (17/6).
Aminuddin mengatakan sebagai bagian dari upaya tersebut, PLN EPI bersama anak perusahaan, menanam 1.680 bibit mangrove di Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Aksi penanaman mangrove dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 itu dilakukan melalui kolaborasi dengan CarbonEthics sebagai mitra lingkungan yang mendukung proses penanaman, pemeliharaan, hingga pemantauan pertumbuhan mangrove secara berkelanjutan guna memastikan manfaat lingkungan yang optimal dalam jangka panjang.
"Penanaman mangrove di Tanjung Pakis merupakan langkah konkret PLN EPI untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir, memulihkan ekosistem, sekaligus berkontribusi terhadap penyerapan karbon. Melalui aksi ini, kami ingin memastikan manfaat lingkungan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Aminuddin.
Pantai Tanjung Pakis dipilih karena memiliki peran penting sebagai kawasan penyangga pesisir yang menghadapi tantangan abrasi dan tekanan terhadap ekosistem mangrove.
Jadi Benteng Alami untuk Lindungi Garis Pantai
Keberadaan mangrove menjadi benteng alami yang mampu melindungi garis pantai dari gelombang, abrasi, serta dampak kenaikan muka air laut.
Selain berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir, mangrove juga sebagai salah satu ekosistem blue carbon, yang efektif dalam menyerap dan menyimpan karbon.
Ekosistem ini turut mendukung kualitas perairan, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Melalui penanaman ini, tambah Aminuddin, PLN EPI tidak hanya berupaya meningkatkan tutupan vegetasi pesisir, tetapi juga mendukung pemulihan fungsi ekologis kawasan pantai.
Kegiatan ini melibatkan jajaran manajemen PLN EPI, perwakilan anak perusahaan, kelompok masyarakat setempat, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan.
"Sebagai bagian dari pendekatan keberlanjutan yang terukur, program ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman," lanjutnya.
Evaluasi Berkala
Bersama CarbonEthics, PLN EPI akan melakukan pemeliharaan, monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan tingkat keberhasilan hidup tanaman serta mengukur manfaat lingkungan yang dihasilkan.
"Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi ekosistem pesisir dan masyarakat sekitar," sebut Aminuddin.
Penanaman 1.680 mangrove di Tanjung Pakis menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan mitra lingkungan dapat menghasilkan dampak nyata bagi pelestarian ekosistem pesisir.
"Melalui langkah sederhana namun berkelanjutan ini, PLN EPI berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih tangguh, rendah karbon, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," tutup Aminuddin.