Minta maaf, ini dalih penerbit bikin buku 'Aku Berani Tidur Sendiri'
Minta maaf, ini dalih penerbit bikin buku 'Aku Berani Tidur Sendiri'. Penerbit beralasan maksud dan tujuan buku diterbitkan untuk membantu orang tua menjelaskan pada anak, tentang pentingnya melindungi diri dari orang yang berniat tidak terpuji.
PT Tiga Serangkai Solo selaku induk perusahaan Tiga Ananda, penerbit buku berjudul Aku Berani Tidur Sendiri dan Aku Belajar Mengendalikan Diri mengakui telah melakukan kekhilafan dalam pengemasan materi satu buku berisi 2 judul cerita tersebut.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, ada kekhilafan pengemasan sehingga menjadi tidak pantas dibaca anak-anak," ujar General Manager PT Tiga Serangkai, Mas Adimuawan, Selasa (21/2).
Ia mengatakan, sebenarnya maksud dan tujuan buku yang diterbitkan tersebut adalah untuk membantu orang tua menjelaskan pada anak, tentang pentingnya melindungi diri dari orang yang berniat tidak terpuji.
"Membekali anak bagaimana cara melindungi diri dari ancaman penyakit dan kejahatan seksual. Ada juga pengetahuan dasar tentang seksual yang penting bagi anak sejak dini. Kami juga mengangkat materi pengendalian diri dalam salah satu cerita yang dilatarbelakangi dari adanya fenomena anak yang mendapatkan keasyikan saat menyentuh, memegang dan bahkan memainkan kemaluan mereka," jelas dia.
Dia mengaku, dalam penulisan tersebut pihaknya sudah berkonsultasi dengan dokter anak dan psikologi. Namun pihaknya mengakui jika masih terdapat kekeliruan yang membuat pembaca tidak nyaman.
"Kami mohon maaf. Sebenarnya jika dibaca utuh akan diperoleh informasi yang lebih komprehensif tentang materi buku itu: kami akan menjadikan kekhilafan ini sebagai pemicu kami untuk berbenah terutama di tim redaksi kami," pungkas dia.
Baca juga:
80 Buku pegangan UN SMA memuat logo palu arit ditarik
Soal ujian SMP Muhammadiyah di Purbalingga ada pertanyaan kasus Ahok
LKS masukkan ganja & kokain sebagai jamu harus ditindak tegas
Potret pendidikan Tanah Air, pornografi sampai narkoba masuk di LKS
Polemik banci jadi imam salat di buku fiqih